Liara
Giginya bergemelatuk, mata merah itu menyorot penuh murka pada pengawal yang berlutut.
Hagan berjanji akan melenyapkan semua orang itu, jika samaupi terjadi sesuatu pada Liara.
Tak lama, ponsel pria itu bergetar. Panggilan video, dari Redrick. Hagan menggeser sofa untuk menampilkan latar belakang dinding dan bukan ruang tamu yang sudah seperti kapal pecah.
"Kau keras kepala sekali?" Di layar, Redrick tampak tertawa. Ia mengarahkan ponsel pada tempat tidur yang dihuni Liara. "Katakan sesuatu padanya, Sayang."
Bab Populer