Balada Asmara Biduan Dangdut
“Berarti sekarang kita punya semboyan baru, Kir!
“Apa itu, Kang?”
“Mabukmu Rejekiku! Ya, tho?”
Aku tergelak. Kang Bambang orangnya memang suka bercanda, bahkan seringkali leluconnya berbau porno alias jorok. Apa mungkin di usia empat puluhan lelucon jorok memang lebih disukai? Entahlah, aku tidak tahu. Yang aku tahu sekarang hanya Dewik masih diam saja di pojok panggung menghitung uang-uang saweran. Padahal biasanya dia yang paling heboh di antara kami bertiga.