Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengantin Kedua Janardana

Pengantin Kedua Janardana

"Kadang." "Enggak sering?" "Kami lebih suka praktik langsung daripada membahasnya." Zivara membeliakkan mata. "Mas!" "Apa?" "Ngomongnya itu, dikontrol coba!" "Kita, kan, teman, Zi. Santai aja." "Mana bisa aku santai? Jadi langsung ngebayangin, kan. Bikin kesal!"
8.58.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Ia mendorong tubuh pacarnya sampai terlentang. “Ih, amit-amit.” Svaha mengelak, “Minta baik-baik saja, tentu dengan senang hati kuserahkan semuahnyah.” “Ih, amit-amit.” Cantra balik mencibir, “Sebaiknya kita tidak menggunakan kata-kata dengan konotasi sensitif seperti itu. Aku tidak sanggup mendengar itu.” “Aku setuju. Lalu kita ganti dengan apa?” “Mungkin, diganti dengan kata mengontrol atau mendominasi.”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Sena mengusap wajah lembab Mayang dengan jari jemarinya. "Satu hal lagi, Mas mau bilang kalau kita memang tidak bisa mengendalikan lisan orang lain. Tapi kita bisa mengendalikan reaksi kita. Orang berhak mengatakan apa saja. Tapi kita juga berhak untuk tidak mendengarkan mereka bukan? Istilahnya, anjing menggonggong, orang keren tetap berlalu. Oke sayang?" Sena menaikturunkan alisnya dengan jenaka. Sembari menyusuti wajah lembabnya, Mayang mengangguk. Ia tidak boleh baperan.
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 695 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Menyala Istri Sah!

Menyala Istri Sah!

Kini kata-kata itu hanya ironi pahit. Pesan dari klinik muncul di layar ponselnya: “Jangan lupa kontrol dua minggu lagi.” Tangannya lemas, ia meletakkan ponsel, menunduk, lalu tertawa getir. “Kamu dengar itu, Nak? Kita harus kontrol. Tapi Mama kamu bahkan nggak tahu makan apa malam ini.”
66.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Fall In Love

Fall In Love

kata cowok itu pada stevie Dia memejamkan matanya sambil berbicara. “Males ngomong sama kamu” jawab stevie Cowok didepannya itu hanya terkekeh pelan. “Maaf udah buat kamu kesel terus” ucapnya "Tumben kamu minta maaf." sindir stevie "Itu cuman buat kamu. Khusus!" Jawab batara Stevie menggelengkan kepalanya. "Beneran beib. Aku nggak bisa bohong sama kamu." Jelas batara
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Uhuk uhuk. Key langsung tersedak karena sadar ia telah mengantakan hal yang seharusnya tidak ia katakan. "E-enggak enggak, salah ngomong. M-maksudnya kantin. Kemarin omongannya gak kasar 'kan meski dibentak Bara." Key mati-matian melakukan pengelakan, terbukti ia sampai berkeringat dingin dan sedikit tergagap saat bicara.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
SAUDARA MISKIN

SAUDARA MISKIN

ucap Sobri. Entah mulutnya terbuat dari apa. Kata kata yang keluar selalu pedas. Tak pernah berfikir. Lawan bicaranya sakit hati atau tidak. " Kang sudah jangan dilawan. Istigfar. Tidak akan selesei kalau omongan mereka kita tanggapi,".
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 913 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Kata-kata Manis Berisi Kebohongan

Kata-kata Manis Berisi Kebohongan

Semuanya bohong. Satu-satunya yang nyata hanyalah tekanan. Kekecewaan sang bos mafia. Bisik-bisik di belakangku, mempertanyakan apakah aku pantas menjadi calon nyonya Keluarga Romano. Semua itu nyata. Ponselku bergetar, sebuah notifikasi dari pesan grup. Sarah Kastela, mantan pacar Vincent, mengunggah foto USG. [ Usianya sepuluh minggu. Vincent bilang dia sudah nggak sabar bertemu bayi ini, dan dia akan memberinya sebuah kasino dan klub di hari kelahirannya. ]
20.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 790 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

“Intinya, pakaianku ini sangat normal. Sangat sopan. Hanya otak dan pikiranmu saja yang nakal, Uncle. Kau terlalu sering melihat hal-hal kotor hingga baju biasa pun terlihat salah di matamu.” Damian mendengus pelan, sebuah tawa kering yang terdengar sangat maskulin. “Memang begitu. Aku pria dewasa dengan insting yang masih tajam. Dan kau, dengan kaki jenjang yang terekspos seperti itu, sedang menguji batas kesabaranku.” Ivony menelan ludah dengan susah payah. Ia tidak menyangka Damian akan memiliki keberanian untuk berbicara sevulgar itu secara terang-terangan. “Kau... kau benar-benar tidak punya rasa malu.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
RESTU

RESTU

echan translate : gue mau curhat kalau tadi rumah gue di teror gak tau sama siapa udah itu aja (nah seperti ini rupanya) @Yo_yos pinter lah mikes gak kaya go_zilla otaknya ngegas mulu @go_dzilla gimana gak ngegas kan gak paham siti @ca_cangtip sapa atuh yang namanya siti di sini? @Dina_Dino tak tau dan tak nak tau mengpusing sama para orang tua @Yo_yos atas gue ngajak baku hantam @mi_istri.echan atas gue dan atasnya lagi jangan baku hantam dulu gue beli popcorn dulu @ca_cangtip cuma gue yang waras udah diem @go_dzilla UDAH JANGAN BERISIK
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai coba ngomong kontol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status