Antara Dendam dan Penyesalan
Ketika wajahnya datar, pria itu tampak dingin dan angkuh, tetapi ketika tersenyum, seluruh aura dan penampilannya seketika berubah menjadi lebih menawan.
Selena tertegun. "Ya, lumayan."
Sebelumnya, beberapa hal kerap mengusiknya, sehingga membuatnya sulit tidur. Selama delapan dari sepuluh malam, dia mengalami insomnia. Bahkan, ketika sudah bisa tidur pun, dia masih sering bermimpi.
Namun semalam, dia akhirnya bisa bermimpi indah hingga pagi hari.
"Bagus, selamat pagi, sayang."
Hot Chapters