AKU TANPAMU
“Ikut aku, Tania!”
Lelaki itu menggenggam tanganku, lalu menuntunku berjalan di sampingnya yang masih terus menggendong Khanza. Aku hanya pasrah mengukutinya hingga kami tiba di salah satu gerai makanan creepes kekinian yang padat antrean.
“Belum selesai juga pesanannya?” tanyanya pada beberapa pria yang ikut mengantre di sana.”
“Eh ... iya, Boss. Antriannya panjang, mana tadi sempat macet mesin kasirnya tuh,” jawab salah seorang di antara mereka.