Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SANG MENANTU HARTAWAN

SANG MENANTU HARTAWAN

ucap Puspa memelas. “Apa yang sedang kamu bicarakan?” tanya Andre kebingungan. “Ruang VVIP harganya 3 juta semalam. Aku tidak punya uang untuk membayarnya. Bagaimana jika kamu membeli ginjalku saja dan memberikan aku kembaliannya?” “Aku sudah punya dua ginjal sehat. Aku tidak butuh ginjalmu.” “Lalu kenapa kamu memindahkan nenekku ke ruangan yang tidak bisa aku bayar?!” kesal Puspa.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
Keris Bunga Bangkai

Keris Bunga Bangkai

balas Senopati Bayantika dengan sedikit bernada jenaka menepuk-nepuk pahanya beberapa kali. “Tapi maafkan aku, Tuan!” potong Rangkahasa langsung menghentikan sikap jenaka Senopati Bayantika. “Hm? Apa maksudmu minta maaf? Jangan bilang kalau kau benar-benar menjadi tentara bayaran dari pihak musuh yang sedang kami perangi saat ini,” tutur Senopati itu dengan reaksi wajah datar. “Sepertinya Tuan sudah bisa memahaminya, tapi aneh kenapa Tuan masih bisa bersikap biasa-biasa saja?” tanya Rangkahasa.
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai senapang lantak
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Johan Gara
rangkahasa adalah salah satu karakter yang saya rindukan di tengah maraknya karakter2 cerita urban. mau nyaranin buat berkenalan dengan karakter penakluk seribu negeri siluman dalam cerita The Destinable of Light di applikasi ini, tapi syg keris bunga bangkai ini sudah tamat. semoga ada sekuelnya
Rytíř
Besok ada rencana mau ke rumah family di luar kota. Selama masih sempat saya usahakan update chapternya hari ini dan juga besok. kalau ada absen update nya dalam 2 - 3 hari ini, mungkin saya dalam perjalanan. InsyaAllah, nanti pas sudah di rumah, saya usahakan kembali update 3-4 chapter perhari.
Baca Semua Ulasan
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Lintang mengerutkan kening ketika mendapati mereka telah berada di dalam pendopo bersama Madu Lanang. “Benar anak prabu, paman juga akan ikut bersamamu,” ungkap senopati Drupada sembari melemparkan senyuman. “Kami juga,” ungkap Palwa, Jaya Angkara, dan Indrayan. “Begitu rupanya, baiklah! Ayo kita berangkat,” Lintang menghela napas panjang karena tidak dapat menahan mereka. **
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

“B-Bagaimana bisa?” “Tentu saja bisa, Sakuntala! Serangan fisik hanya lah sampah! Jika hanya itu yang kau miliki, kau tak pantas bahkan menyadang gelar Senopati. Aku tak tahu bagaimana Astagina menjadikanmu Senopati, cih!” hina Prabu Warasena di atas angin. “Kau sungguh licik!” umpat Sakuntala. Ia tak menyangka pria yang tampak lemah itu justru memiliki semacam ajian yang baru pertama kali disaksikannya.
1098.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
Sang Pengaman

Sang Pengaman

pandangannya seakan dipaksa untuk berpusat pada wajah Ato. Salah satu korban ketampanan Ato adalah Rena, ia merupakan ketua Geng yang beranggotakan kaum perempuan. Geng itu di beri nama Briksmar. Nama tersebut merupakan pemberian langsung dari Ato, kemudian di terima dengan baik oleh Rena dan komplotannya. 'Briksmar' adalah kepanjangan dari Ngabring Kesana Kemari. Dalam bahasa daerah 'ngabring' mempunyai arti beberapa orang yang sedang berjalan dengan secara bersamaan.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
DICINTAI LELAKI KAYA

DICINTAI LELAKI KAYA

Pria bertopeng itu mengamati Jenia dari puncak kepala hingga ke ujung kaki. Pria di hadapan Jenia saat ini adalah Marvin Hadijaya Sasena, seorang duda kaya raya pemilik usaha furniture terkenal di Indonesia. Dari matanya ia menunjukkan kemarahan pada Jenia yang selalu berisik meminta untuk dilepaskan.
9.45.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Ia pun beranjak dan menanggalkan seluruh pakaiannya secara tak sabaran. Di hadapan Nabila yang menggeliat seperti cacing kepanasan, kini tubuh Tuan Seno telanjang bulat. Tongkat kejantanannya yang tidak terlalu besar sudah tegang maksimal, siap mengobrak-abrik apem tembem Nabila yang berkedut-kedut sejak tadi. "Sayang, Om buka semua ya?" kata Tuan Seno dan diangguki kepala oleh Nabila.
10100.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

"Harganya sih lumayan, Bu. Hanya lima puluh ribu rupiah per porsi komplit. Rasanya mah nggak usah ditanya lagi, sudah pasti enak dong. Soto itukan langganan para pejabat dan orang-orang kaya, sudah pasti enak. Tapi kalau beli di situ, wajib antri panjang. Aneka lauk gorengnya juga enak loh, Bu. Pokoknya sangat pas untuk sarapan di pagi hari kayak gini." Izzah dengan semangat empat lima, terus berusaha mempengaruhi mertuanya itu.
30.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830 kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Harga diri seolah-olah tak melekat di badan. Laungan frasa harga dua puluh hingga lima puluh juta rupiah menggema di udara. Para pria yang mengikuti lelang untuk bisa menikmati tubuh Santi merupakan pemilik rupiah tak berseri. Ironisnya, usia mereka rata-rata setengah abad lebih. Mereka begitu mudah menyebutkan nomial. Namun, begitu sakit batin Santi mendengarnya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

tukas Mayang datar. "Saya ingin melihatmu hancur di depan mata saya. Menyaksikan bagaimana dirimu merangkak-rangkak di bawah kaki saya," ikrar Sena seraya menatap kedua mata Mayang. Ia ingin agar setiap kalimatnya didengar baik-baik oleh perempuan yang dulu pernah begitu ia cintai. Begitu ia dambakan, hingga tak putus ia doakan siang dan malam. Demi bisa memiliki Mayang, ia mengais rezeki dengan cucuran keringat setiap hari. Tanpa mengenal lelah, ia menabung hingga dua tahun lamanya, agar ia bisa melamar pujaan hatinya. Namun apa lacur. Segala impiannya berbanding terbalik dengan kenyataan.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 786 kali sebagai senapang lantak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status