SENDIAKALA
katanya saat melihat hasil dari foto yang ia tangkap.
Kuacungkan kedua jempolku saat ia tunjukkan hasilnya padaku. Kuakui aku terlihat manis di sana, walaupun senyumku tanpa lesung pipi. Pantas saja dulu bapak menjulukiku dengan Nduk Manis, dan aku kembali merenung mengingat cuplikan memori tersebut. Hingga sentakan dari Satya menyadarkanku dari renungan,
“Katanyasi kalau suka ngelamun di laut, rawan kerasukan arwah ikan,” tambahnya yang menciptakan gelagak tawa yang membarengi suara ombak.
Hot Chapters