SEAN
Tetap bisa di jangkau para anak-anak muda.
Sean mengambil ponselnya dan mengirimi Mamanya pesan. Ia sangat merindukan sang Mama.
Sean: “Mam”
Naraya: “Iya Boy, tumben kirim pesan ke Mama, Mama kira udah lupa kalau punya Mama”
Sean: “Pikiran macam apa itu, cuma anak bodoh yang melupakan ibunya”
Naraya: “Lagi ngapain Boy, di cafe Mama?”
Hot Chapters