Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

Tatapan itu berasal dari Hendra, adik kandung kedua Hanung. Sudah satu setengah tahun berlalu sejak kepergian Hanung. Di tengah rasa kecewa dan kepercayaan yang nyaris karam pada tiap makhluk bernama lelaki. Hendra tiba-tiba hadir menawarkan madu untuk menyirami taman bunga yang nyaris layu. Dia memanfaatkan kesempatan dari ketidakberdayaan seorang wanita dalam menghadapi keterpurukan.
1045.3K viewsCompletedAdded to Library 996 Times as tatapan sendu
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
Cinta yang Kupendam

Cinta yang Kupendam

Ia pun segera menelpon Yunita. "Halo, Yunita?" "Iya sayang ... apa kamu akan datang menjemput ku?" tanya Yunita di seberang sana dengan nada senang saat Alam menelpon. "Maaf sayang, sepertinya kita harus menunda acara kita sayang. Hari ini papa memintaku ke cafe yang lama, sebab papa mau membuka cabang baru, sayang." Langsung saja suara ceria Yunita tak terdengar lagi dan terdiam di telpon.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Cuma di read doang. HalilintarSabdaA : Nanti Abang nunggunya di pos SATPAM juga nggak apa-apa deh, asal Kamu mau Abang jemput dibengkel. Dan kali ini, Senja pun membalasnya dengan cepat. Cuma untaian kata-katanya itu yang bikin sesek nafas. SenjaSetrong :
1057.1K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as tatapan sendu
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Meskipun aku ingin tertawa lepas, tapi aku tahan semua. Senyum tipis tersungging di bibir Dayu mendengar aku mengikutinya memanggil tante ke diriku sendiri, dapat aku lihat dari samping. Kalau tidak ada Mega, bisa dipastikan dia sudah aku maki. “Sari Sunda aja, ya.” Dayu membelokkan mobilnya ke jalan Juanda, tempat restoran Sari Sunda berada. Setelah mobil terparkir rapi, lelaki itu turun terlebih dahulu. “Aku cek persediaan kursi dulu ya, Tan.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 279 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Di suatu sore, di sebuah kawasan perumahan mewah di Bukit Kendal Asri suasana nampak tenang dan nyaman. Dari balkon rumah Pak Abdi pemandangan sungguh nampak elok, dimana Gunung Ungaran, Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Andong terpapar dengan jelas. Nando yang sedang menghadap kopi panas dan kue coklat kesukaannya tengah berbincang dengan Ibu dan Ayahnya. Di sekitar tempatnya duduk terdapat susunan pot yang berisi bunga matahari. Nando tersenyum, 'biarpun aku tak disini selama empat tahun namun bunga ini tetap mekar. Ah! bunga kenangan yang mempesona. Nayla, bunga ini ibarat dirimu, walaupun tidak dalam jangkauan mata namun tetap ada dalam ingatan'. Kopi yang terletak dihadapan pun i
102.4K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Senandika

Senandika

tanya Chandra yang detik itu juga dilempari Jevan sebungkus rokok yang isinya masih banyak, mengenai tepat kepalanya. "Gue masih suka sama cewe ya, anjing," Jevan menggeram tidak suka. "Jadi lo ikut kaga, Van?" tanya Hayden sekali lagi, memastikan orang-orang yang sudah pasti ikut. "Nggak. Next time aja deh gue ikut, bareng gengnya Yuan" "Sparing?"
2.5K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga #Tetangga_tak_tahu_kami_kaya Pov Bu Bondan 2 Begitu mereka pindah yang pertama aku tergiur adalah koleksi bunga si Yanti. Halamannya yang luas ditumbuhi beragam bunga. Apalagi ada beberapa keladi yang lagi booming. Kucoba meminta secara baik-baik. Si Yanti justru tak mau memberikan. Dasar pelit, sudah mau ditinggal pun tak dikasih juga.
1041.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as tatapan sendu
Read
+Library
Berebut Pantas

Berebut Pantas

tanya Varen sembari membawa secangkir kopi untuk Satria, karena saat ini Satria berada di rumahnya dan akan menginap. “Aku cinta kamu, tapi aku malu,” ucap Satria mengulang isi pesan dengan ekspresi tak berdosa. “Konyol sekali kau, Sat! Ternyata benar kata pepatah, cinta bisa membuat jadi gila. Tepat seperti kau saat ini.” Varen geleng-geleng kepala, lantas menyeruput kopi miliknya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Satria.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

tanya seorang paruh baya berambut kelimis dan berkacamata, pada sepuh yang duduk bersila di hadapannya. "Hmm. Lukas..! Soal kiriman santet 'Kala Geni' untuk keluarga Budiman itu, akan mulai bekerja malam ini..! Tapi untuk pesanan khususmu soal putri sulung Budiman yang bernama Renny itu. Bukankah kau sudah 'rasakan' sendiri kemarin malam..? Hahahaa..!" seru Ki Tapa, seraya tergelak meledek Lukas.
9.157.3K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as tatapan sendu
Read
+Library
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Ting Sebuah pesan aku terima dan itu dari Ira. Mataku membola, apa-apaan dia malah mengirim pesan padaku. 'Aku gak bisa membayangkan dirimu yang serumah dengan keong racun ini!' Sontak aku tertawa karena Ira menamai Renata dengan Keong Racun. 'Banget! untung kesabaranku setebal es abadi antartika.' Kami berdua cekikikan sendiri, inilah definisi menggibah di depan orangnya.
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as tatapan sendu
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status