Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TUKANG SOL SEPATU

TUKANG SOL SEPATU

saat itu kakek zaki memberikan coklat dan sepatu bekas, tapi sudah di modifikasi menjadi baru. Indri menerima coklat dan sepatu dengan senyuman cerah di wajahnya. Matanya berbinar-binar ketika dia melihat sepatu barunya yang mengkilap. "Terima kasih, Kek!" ucapnya dengan gembira. Zaki tersenyum melihat kebahagiaan Indri. "Sama-sama, Nak. Semoga kamu suka dengan sepatunya." Indri mengangguk riang. "Pasti, Kek! Terima kasih banyak!"
4.3K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as sepatu karet
Read
+Library
Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!

Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!

“Lihat ke kakinya!” Rosa berbisik pada Kae ketika mereka melewati seorang pria yang duduk dengan majalah bisnis menutupi wajahnya. Mata Kae terarah ke sepatu berwarna hitam mengkilap yang dipakai pria asing ini. Tidak ada yang aneh, sama seperti sepatu pengusaha lainnya. Tapi bisa dipastikan kalau sepatu itu harganya mahal.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as sepatu karet
Read
+Library
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Randu mengulas senyum. Sepatu datar berwarna hitam dengan aksen tali. Rasanya mata dan hatiku menghangat. Aku pun segera memakainya yang pas di kaki. "Itu sepatu harganya murah, Mbak. Semoga nggak lecet," imbuh Randu. "Seharusnya buat beli sepatu untuk sekolah ...." ujarku lirih. "Nggak apa-apa, Mbak. Sepatu bekas dari Bu Rena awet, kok." Kembali Randu tersenyum.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as sepatu karet
Read
+Library
Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

Rendra mengeluarkan kotak sepatu dan membukanya untuk diperlihatkan kepada Lirea, "Yang merah itu sepatu hak tinggi. Kalau sedang hamil tidak boleh memakainya terlalu lama. Pakai saja saat pendaftaran pernikahan. Yang sepatu datar ini bisa digunakan setiap hari." "Oh..." Lirea menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah kotak perhiasan yang ada di dalam tas tersebut. "Ini juga pelengkap biasa. Aku tidak tahu kamu suka atau tidak."
102.4K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as sepatu karet
Read
+Library
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

Diandra menggeleng, bibirnya mengerucut sempurna. “Terus kamu maunya gimana?” Tidak ada jawaban. Kara tersenyum tipis sebelum melepaskan satu per satu sepatunya, lalu perlahan memakaikannya di kaki Diandra. “Pake ini, biar kaki kamu nggak sakit lagi,” ujarnya pelan. Diandra melongo, tidak percaya Kara akan melakukan hal ini untuknya. “Tapi kamu gimana? Kaki kamu sakit nanti kalo jalan nggak pake sepatu?”
106.4K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as sepatu karet
Read
+Library
The Blue Eyes

The Blue Eyes

Dedaunan di dahan pohon-pohon di pekarangan itu turut melambai, seakan-akan tengah menari terdorong angin sebelum tiba saatnya mereka gugur ke bumi. Aku melangkah hati-hati menaiki bukit di sebelah kanan villa. Beratnya ransel yang disampirkan di punggung, membuat gravitasi bumi menguat untuk menarikku ke bawah. Sepatu boot cokelat yang digunakan juga sudah terbenam beberapa kali di berbagai titik lumpur, dan memaksaku untuk mengingat bila nanti harus membeli sepatu karet, seperti yang biasanya dipakai pak Tono bila tengah berkebun.
95.7K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as sepatu karet
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Sandal jepit karet Citra bergesekan dengan paving block yang berlumut, sementara sepatu pantofel kulit Raka mengetuk permukaan yang sama dengan bunyi klik yang presisi. Raka melangkah di sampingnya tanpa menoleh. Pria itu tidak lagi mengenakan hoodie abu-abu yang pernah terkena cipratan lumpur got, atau celana santai yang pernah ia pakai saat makan nasi goreng di pinggir jalan. Ia telah kembali ke pengaturan pabriknya. Setelan jas hitam pekat membalut tubuh jangkungnya tanpa cela. Dasi sutranya terikat sempurna. Ia kembali menjadi mesin korporat yang dingin, tak tersentuh, dan steril.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as sepatu karet
Read
+Library
Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam

Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam

"Gesek! Gesek semuanya! Jangan sisakan satu perak pun dari kekayaan pria kaku itu!" Setelah dua jam berkeliling butik pakaian dan tas, Gio menarik lengan Aira menuju sebuah toko sepatu legendaris yang koleksinya sangat eksklusif. Lokasinya berada di sudut yang lebih tenang dari mall tersebut, dengan etalase kaca yang memajang sepatu-sepatu dengan kristal yang berkilau di bawah lampu sorot. "Sepatu adalah fondasi, Sayang," ujar Gio saat mereka masuk. "Mahasiswi baru butuh sneakers kulit yang elegan untuk ke kampus, dan stiletto cadangan untuk acara formal mendadak."
9.9114.0K viewsOngoingAdded to Library 2.6K Times as sepatu karet
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status