Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tawanan Tiga Tuan Muda

Tawanan Tiga Tuan Muda

Di sebelah tumpukan buku itu ada sebuah pouch berwarna hitam lalu Rosella membukanya dengan ragu. Isinya alat tulis lengkap, semua ada seperti toko alat tulis kecil yang dikemas rapi. "Tuan Adrian..." Rosella tidak tahu harus berkata aoa. "Dan ini." Adrian melangkah ke lemari, membuka pintunya, mengeluarkan sebuah kotak sepatu. Dia meletakkannya di depan Rosella, "Coba dulu." Rosella membuka kotaknya, sepasang sepatu untuk kuliah, warnanya netral, desainnya simpel tapi terlihat sangat nyaman dan kokoh. Dan ukurannya sangat pas.
9.534.2K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as sepatu karet
Read
+Library
Ada Hantu Di Ujung Jalan

Ada Hantu Di Ujung Jalan

Di atas pintunya terdapat plang dengan neon berkedip-kedip bertuliskan: TOKO TAPAK AKHIR – Semua Sepatu Untuk Langkah Terakhirmu Begitu masuk, mereka semua melongo melihat bagian dalam toko itu. Toko itu ternyata sangat luas, disana berisi rak-rak sepatu yang membentang panjang sampai langit ke-tujuh. Ada sepatu dari berbagai jenis dan berbagai bahan, seperti sepatu kerja, sepatu balet, sepatu nenek-nenek, sampai sepatu yang katanya bisa membuat pemiliknya dapat menari tanpa henti selama 700 tahun. “Sumpah... ini seperti dunia sepatu di mimpi buruk anak tukang sol,” kata Jaka.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as sepatu karet
Read
+Library
Pewaris Yang Teraniaya

Pewaris Yang Teraniaya

kata Dewa sambil mencoba berjalan menggunakan sepatu yang diberikan pelayan toko di dekatnya. “Sepertinya nomor empat puluh tiga sesuai dengan ukuran tekapak kaki Bapak. Apa Bapak mau ambil sepatu yang sedang dicoba, atau sepatu yang tadi kekecilan tapi dengan ukuran nomor empat puluh tiga?”
102.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as sepatu karet
Read
+Library
Mutasi Alam Liar

Mutasi Alam Liar

Dan warnanya berubah menjadi hitam pekat seperti kayu eboni, menyerap cahaya di sekitarnya. Sangat cocok untuk pertempuran. Yang paling penting celana ini memungkinkan Budi bergerak jauh lebih cepat, tanpa terbebani oleh hambatan udara. Ia lalu melirik sisa bulu yang masih ada. Dua belas. Tanpa ragu, ia mengambil sepatu militernya. [Sepatu Militer Tangkas] [Bahan: Bulu Burung Hantu Gelap, Kulit, Karet]
1.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as sepatu karet
Read
+Library
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

"Pak Leo titip pesan, semoga pekerjaan Anda hari ini lancar." Setelah pintu tertutup, Adeline membuka bungkusan itu. Di dalamnya sepasang sepatu olahraga bermerek papan atas, anti-selip dan berpori, sangat cocok untuk meninjau lokasi proyek. Di dalam kotak, terselip pula beberapa plester kecil dan sepasang kaus kaki penyerap keringat. Ujung jarinya perlahan menyusuri permukaan sepatu, hatinya tersentuh oleh rasa yang sulit dijelaskan.
9.2233.7K viewsCompletedAdded to Library 8.6K Times as sepatu karet
Read
+Library
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Ia kembali fokus menyoroti Kara dengan kamera ponselnya. "Mulailah berjalan. Aku ingin melihat bagaimana kira-kira gaun itu terayun di atas karpet." Kara mulai bergerak. Ia harus super hati-hati dengan sepatu setinggi 14 cm yang bertabur kerang dan mutiara di kakinya. "Nona, apakah Anda yakin akan mengenakan sepatu ini jika nanti jadi memilih gaun ini?" tanya Kara ragu.
10501.8K viewsCompletedAdded to Library 18.1K Times as sepatu karet
Show Reviews (43)
Read
+Library
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Read All Reviews
Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

goda Raka sambil memotretnya diam-diam. “Kalau kamu unggulannya apa? Nggak bisa jalan karena sepatu kebesaran?” balas Nayara sambil melirik ke arah kaki Raka. Dan benar saja—Raka yang memang jarang pakai sepatu formal, tampak berjalan jinjit. “Aduh… ini sepatu kayak buat patung lilin Madame Tussauds. Nggak fleksibel sama sekali!”
2.1K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as sepatu karet
Read
+Library
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Dia memegang pergelangan kakinya yang mulai membengkak. ​Rian berjongkok. Dia tidak menyentuh kaki Soraya. Dia justru mengambil sepatu kiri Soraya yang haknya sudah patah, tergeletak menyedihkan di samping kaki gadis itu. ​"Sepatu Charles & Keith," gumam Rian, memutar-mutar sepatu rusak itu. "Sayang banget. Padahal baru beli kemarin pake kartu kredit saya kan?"
2.2K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as sepatu karet
Read
+Library
Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

Matanya berbinar lembut saat melihat rak-rak penuh warna pastel, boneka kecil, pakaian mungil, dan sepatu-sepatu berukuran tak lebih besar dari telapak tangan orang dewasa menyambut mereka. Kiara berhenti di depan rak sepatu bayi. Jemarinya yang ramping meraih sepasang sepatu kecil berwarna merah muda. Dalam benaknya, ia membayangkan kaki kecil yang kelak akan mengenakan sepatu itu—langkah pertama, jatuh pertama, dan tawa pertama. Ia mengangkatnya perlahan, mengelus permukaannya dengan ibu jari.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as sepatu karet
Read
+Library
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

Wanita itu berputar ke belakang kursi rodanya, berjongkok untuk mengambil bola karet berwarna biru yang terselip di dekat roda. "Mama... Mama... Mama..." Seorang balita laki-laki berjalan tertatih-tatih dengan langkah yang belum stabil menuju wanita itu. Kakinya tampak mengenakan sepatu khusus yang agak kaku. Saat anak itu hampir terjerembap, dengan sigap wanita itu menangkapnya. "Pelan-pelan, sayang... Ada yang sakit?"
893 viewsCompletedAdded to Library 24 Times as sepatu karet
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status