Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Rumah-rumah sederhana dengan atap genteng berjajar rapi di sepanjang jalan tanah. Mereka mencari penginapan yang ternyata ada di perbatasan desa dengan kota terdekat, Hóng Yè Chéng—kota daun merah. Sebuah kota kecil yang indah dan cukup ramai dengan pepohonan yang selalu berdaun merah keemasan sepanjang tahun. Mereka menginap di sebuah penginapan Yè Fǔ, kediaman daun yang dikelilingi pohon-pohon dengan daun berguguran. Bangunan kayu berlantai dua dengan taman kecil di depannya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

"Anak lumpur ini habis berkelahi dengan Si Kuning lagi?" Si Kuning adalah anak anjing jantan milik kepala desa yang baru berusia delapan bulan. Anak kecil itu menyeringai malu dan memperlihatkan giginya yang ompong. "Aku menang!" Suaranya terdengar sangat bangga. "Masih ingat kata-kata yang Mama ajarkan kemarin?" Aku mengambil handuk dan mengusap wajahnya. Setelah beberapa usapan, handuk putih itu berubah jadi hitam. Barulah terlihat wajah mungil yang menggemaskan dengan bintik-bintik matahari.
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian

TPU Anggrek Ungu Semestinya, semburat oranye di cakrawala sore itu—membuat Jenna merasakan kedamaian dan ketentraman. Seperti hari-hari sebelumnya, di saat sore hari tiba—dirinya selalu memandangi langit senja dengan perasaan suka cita. Tapi berbeda dengan hari ini. Senja yang biasanya membuat senyumnya terbit di wajah, kini justru malah tangis yang meluruh dari wajah itu.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Cinta Merah Muda

Cinta Merah Muda

tanya Kalan lagi. Rianza mengernyitkan dahinya, “Gue Rianza, bukan gulali.” Mendengar itu Rianza langsung paham. Rambut merah mudanya memang sekilas mirip dengan gulali, beberapa orang juga mengatakan hal yang sama. “Iya, lo Rianza yang punya rambut kayak gulali. Lo udah tahu nama gue?” Rianza mendengus, “Gue udah tahu nama lo dari awal. Kita pernah sekelas.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Sepucuk Surat Dari Naya

Sepucuk Surat Dari Naya

Entah kenapa lidahku rasa kaku, dan badanku berkeringat dingin hanya karena ucapan Aska di sebrang sana. "Eggg." TBC Hola hola selesai guys, jangan lupa like, comen, beri vote and share cerita ini ke temen temen kalian semua ya. Segala dukungan kalian benar benar sangat membantu kami, terima kasih sudah berkenan membaca. Salam Sayan Zia Rya
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Gaun Merah Yang Ternoda

Gaun Merah Yang Ternoda

Gaun merah yang terlihat panas dan seksi. “Iya sayang, ini tuan Bara, dia sudah tidak tahan lagi menunggumu satu jam.” Mama Chan tanpa aba-aba langsung bicara to the poin. Aluna sekilas melirik ke arah tuan Bara. Wajahnya yang oriental dan tegas dengan penampilan yang rapi membuat kesan penampilan pria tersebut terlihat berwibawa, sayang dengan kelakuannya masuk dunia gelap tanpa mempedulikan perasaan istrinya. “Mama Chan, bisa saya bicara sebentar.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Pendekar Sembilan Matahari

Pendekar Sembilan Matahari

Mata Chen Long berbinar dan dia bertanya. “Haha, jangan khawatir, Saudara Chen. Kita akan bicara sambil mencoba anggur di lantai enam dulu.” Chen Long mengangguk dan mengambil gelas anggur. Anggur di dalam gelas berubah menjadi merah, dan bahkan ada gumpalan api yang menjulang di permukaan anggur. Ini adalah anggur api merah dan darah berbagai monster yang diseduh.
9.1144.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai sepucuk angpau merah
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Arjun Aaa
sebuah karya yg sangat layak di apresiasi karna tidak membuat pemersatu mengambang dgn rsa penasaran tingkat tinggi menunggu episode disisi lain kwalitas cerita jga sangat menarik simPATI tuk tdk ketinggalan satu biar satu babx, lanjut terus lur.
Baca Semua Ulasan
Pewaris Naga Majapahit

Pewaris Naga Majapahit

Bab 198. PENAMPAKAN TUBUH TANPA WAJAH Cahaya putih itu perlahan berubah, detik demi detik hingga akhirnya di dalam air yang ada di Pusaka Kaca Benggala memunculkan sebuah pemandangan kota yang sangat menakjubkan serta indah. Pemandangan itu berupa sebuah jembatan berwarna merah yang lebih dikenal sebagai Jembatan Ampera yang membelah sungai Musi di kota Palembang.
9.772.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sepucuk angpau merah
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Selamat datang follower dan pembaca setia novel Menantu sang Jendral Besar, penulis mengucapkan selamat membaca novel terbaru Pewaris Naga Majapahit, semoga novel ini bisa menghibur penggemar setia penulis MN Rohmadi, terimakasih. Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan beri bintang lima.
Rubi man
Lanjut Thor, aku paling seneng klu alur cerita histori nya adalah dari bangsa sendiri Krn aslinya kita memang dulunya bangsa yg hebat JAWA DWIPA /NEGRI NUSANTARA sempalan surga, pokoknya BANGGA BANGET deh lihat sejarah sejarah NENEK MOYANG kita dulu, MAJAPAHIIT, SRIWIJAYA, KALI NGGA, DLL............
Baca Semua Ulasan
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Teluk Penyu dipenuhi suara peluit dan teriakan mandor. Suasana jalanan yang sudah keras dilapisi dengan semen batu kapur membuat suasana semakin asri di tambah dupa kayu malam yang menyegarkan. Di atas gerobak, batu bata merah, kayu jati, dan genting merah tersusun rapi. Aroma tanah basah dan getah kayu berpadu dengan garam laut dan peluh para pekerja. Namun semua itu hilang karena harum dari dupa kayu malam yang selalu menyala di seluruh wilayah desa kali bening dan desa anggur.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status