Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
EX to NEXT 21+

EX to NEXT 21+

Chapter 26 Salah Paham Pukul dua belas siang pertemuan berakhir, Evander menghela napas lega seraya menatap Bianca. Satu persatu peserta pertemuan meninggalkan ruangan, tetapi Mr. Alwar Benecio sepertinya tidak terburu-buru meninggalkan ruangan.
10133.6K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as serial 21
Read
+Library
Secret Service 21+

Secret Service 21+

balas Jelena singkat. Di sudut ruangan lain, dua orang sedang membongkar ponsel-ponsel yang sebelumnya digunakan untuk komunikasi. Kartu SIM dikeluarkan, memori internal dihapus menggunakan perangkat kecil yang terhubung langsung, lalu perangkat itu dimasukkan ke dalam wadah logam sebelum cairan kimia dituangkan ke dalamnya. Bau menyengat langsung memenuhi udara, tetapi tidak ada yang bereaksi seolah mereka sudah terbiasa dengan itu. "Semua perangkat komunikasi akan mati dalam sepuluh menit," lapor salah satu dari mereka.
1046.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as serial 21
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Pinta Asha dengan suara memelas. “Duuh … Miss Gercep, kan udah dengar tadi kalo kami aja baru ketemu lagi setelah lima tahun, mana aku tahu nomer W*-nya kak Arsyl, Sha.” Terryn pun menyalakan komputernya dan Asha juga duduk di tempatnya persis di samping kubikel Terryn.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as serial 21
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

"Hai, Bas?" Atensi Joi dan Baskara teralih bersama. Di sana, berdiri seorang gadis berambut panjang lurus dengan semburat malu. Kalau Baskara tak salah ingat, namanya adalah Dania. Mantan Baskara yang ke-15. "Ya?" balasnya sambil mengubah duduk ke arah Dania. Sementara Joita hanya diam menyimak. Gadis itu menggaruk rambutnya malu-malu, membuat Joita gedeg sendiri. "Anu ..., lo gak lupa, kan kalo besok gue ulang tahun?"
7.53.0K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as serial 21
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Vladivostok, Mei 2025 Xabi mengamati benda kotak dan pipih di tangannya, Ia masih belum percaya benda ini adalah sebuah ponsel. Tidak ada tombol bahkan tempat baterai yang bisa dibongkar pasang. Belum lagi kameranya, satu di depan dan empat di belakang. Telepon genggam terakhir yang ia miliki adalah Blackberry paling tipis yang ia beli setelah memenangkan turnamen Dota 2.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as serial 21
Read
+Library
BATARI

BATARI

Erick melangkah masuk, dadanya membusung seolah ia baru saja menaklukkan dunia, dengan jemari Batari yang terkunci erat dalam genggamannya. Ia membawa Batari menuju sofa VVIP yang melingkar, sebuah singgasana gelap di sudut paling prestisius. Di sana, Adrian dan Victor sudah mematung, gelas kristal mereka tergantung kaku di udara. Adrian tak bisa bernapas. Seline—adiknya yang tengah hamil dan butuh perhatian—mendadak lenyap dari memorinya. Matanya terkunci pada Batari.
10578 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as serial 21
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status