BENALU
Beras satu karung dua puluh kilo, telur satu karpet, gula, kopi, teh, mie instan satu kardus, aqua satu kardus, sarden lima, susu dua kaleng, minyak sayur lima kilo dan beberapa camilan.
“Maaf, Mak Wesi, ini bukan urusan saya! Ini urusan Mas Angga, ya! Jadi tagih aja Mas Angga!” ucapku sopan. Tapi Mak Wesi malah mendelik tak suka.
“Gimana, sih, Mbak? Saya bisa bangkrut kalau kayak gini!” tiba-tiba Mak Wesi naik pitam. Aku tersentak.
“Kok, Mak Wesi marah dengan saya? Kan bukan saya yang utang?” sungutku. Dari tadi masih dengan nada sabar kok tau-tau nyolot. tapi wajar, sih. Cuma aku nggak suka caranya.