Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RUSAK

RUSAK

Katanya malas sembari menyenderkan lehernya di kursi putar. "Sudah kubilang jangan minum." Peringat pria bernama Rico itu. Ia sangat anti dengan minuman sejenis itu, ia menganggapnya sebagai musuh di kehidupannya. Berbeda dengan Arjuna yang menganggapnya sebagai kekasih teman dikala dirinya gundah. Rico, sahabat Arjuna berprofesi sebagai psikolog yang sedang menjalani pendidikan S2 nya di universitas ternama.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as exu
Read
+Library
ES BATU

ES BATU

Naya: gila, random bgt si Gavin: Jawab aja ih cepet, suka makan batu? Atau nyemilin? Naya: SUKA VIN Naya: SUKA BGT, SAMPE2 GUE STOK DI KULKAS Gavin: Oh pantesan lo punya maag🤔 Naya: wft?!☺️ Gavin: Batunya suka digoreng apa langsung dimakan? Atau mungkin lo jadiin lalapan?
107.1K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as exu
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

Yakni Keira, Fiola dan Yu Fie. Keira adalah gadis berkebangsaan Inggris yang kuliah di NUS. Kevin tidak sengaja bertemu dengannya di perpustakaan kota. Saat itu Kevin sedang mencari buku Economies Society karya Karl Marx sebagai referensi untuk mengerjakan tugasnya. Tiba saja ada seorang wanita yang bertabrakan dengannya karena menggambil buku dari rak yang lebih tinggi. Terdengar cukup klise, Keira yang ia tolong bisa jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Tentunya penampilan Kevin yang mempesonanya lah yang mengikatnya.
452 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as exu
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Ans189arkan5
Ervin: Udah, baru aja, tapi Yara ngajak ngobrol barusan Arla: Ok, nite Ervin: Kok cuma gitu? Ervin: Nggak mau video call? Arla: No, thanks Arla: Bener katamu, mungkin begini rasanya digebukin orang sekampung Arla: Badanku rasanya remuk Ervin: Besok aku bawa ke ITC deh Arla: Ke ITC? Ervin: sewa kursi pijet yang biasa ada di ITC itu loh
1038.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as exu
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

Aku mengembuskan napas perlahan. “Ini, Kak.” Vian memberiku sebuah kertas sambil tersenyum. Aku mengulurkan tangan, menerimanya. Ada angka yang cukup besar terletak di kanan atas, 98. Ah, ini kertas ujian bahasa Indonesia. Aku mulai melihat soal-soal yang ada.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as exu
Read
+Library
BENALU

BENALU

Bab 33 Lumayan (Pov Bu Citra) "Nah...gitu dong, Bu. Kalau nggak punya uang, nggak usah deh sok-sok an pakai beli banyak segala. Hidup itu yang pasti-pasti aja deh, Bu, hahaha."
30.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as exu
Read
+Library
Excite 17

Excite 17

Tapi pembawaannya yang santai sanggup membuatku langsung merasa nyaman berbicara dengan Tuan James. **** Menginjakkan kaki di sebuah gedung kantor tersohor rasanya sangat aneh. Saat masuk, di tengah-tengah aula ada sebuah replika berukuran besar. Replika gedung ini yang di atasnya ada bola dunia sekaligus tulisan mengkilap "NeoKosmo International" merujuk kepada nama perusahaan.
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 586 Times as exu
Show Reviews (20)
Read
+Library
Rhadeena Natasha
walaupun suda baca berulang2 kali debaran jantung ku masih sama . bab sedih , bab gembira . terasa sehingga ke jantung tiap kali menghayati setiap bab . seolah2 aku yang merasai keterpaksaan watak dlm cerita ni . mmg best .
KookiePinky
Ahey, nama Pak Guru seperti nama dosenku yang cukup, ehem, meresahkan ......... first ketemu dah nyosor aja si Bapake. Btw, semangat ya thor lanjutinnya. Terus ada sedikit krisar, perihal dialog tag, bisa dicari tahu lagi karena kulihat antara dialog tag dan action itu belum bisa author bedain Semangat
Read All Reviews
BENALU

BENALU

Beras satu karung dua puluh kilo, telur satu karpet, gula, kopi, teh, mie instan satu kardus, aqua satu kardus, sarden lima, susu dua kaleng, minyak sayur lima kilo dan beberapa camilan. “Maaf, Mak Wesi, ini bukan urusan saya! Ini urusan Mas Angga, ya! Jadi tagih aja Mas Angga!” ucapku sopan. Tapi Mak Wesi malah mendelik tak suka. “Gimana, sih, Mbak? Saya bisa bangkrut kalau kayak gini!” tiba-tiba Mak Wesi naik pitam. Aku tersentak. “Kok, Mak Wesi marah dengan saya? Kan bukan saya yang utang?” sungutku. Dari tadi masih dengan nada sabar kok tau-tau nyolot. tapi wajar, sih. Cuma aku nggak suka caranya.
9.949.7K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as exu
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status