Mencuri Hati Tuan Hamish
Di atas kanvas, sebuah podium portabel tiga tingkat telah digeser masuk oleh para petugas.
Shaynala melangkah naik ke puncak podium tertinggi dengan langkah yang masih agak kaku menahan nyeri. Wajahnya tak baik-baik saja. Penuh dengan sisa-sisa pertempuran brutal.
Pelipis kirinya dibalut plaster medis tebal, sudut bibirnya sedikit bengkak, dan hidungnya yang sempat berdarah kini telah dibersihkan, menyisakan rona merah yang kontras dengan senyum lebarnya. Jubah tandingnya yang basah oleh keringat berkilau di bawah siraman lampu teater.