Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam

Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam

Semakin dalam ia masuk, semakin jelas ia merasakan sesuatu… sesuatu yang hidup sedang menunggu. Lorong itu terbuka pada sebuah gua purba. Kristal-kristal kecil di langit-langit memancarkan cahaya lembut. Dan di tengah ruangan, berdiri sosok agung itu. Qi Shen. Seekor singa betina berbadan logam perak. Tubuhnya anggun, kokoh, tanpa sayap, namun memancarkan kewibawaan. Dari dahinya tumbuh kristal bercahaya, bersinar lembut bagai bintang jatuh. Sepasang tanduk melengkung seperti mahkota menegaskan kedudukannya.
10620 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
Menantu Hina Yang Dihormati

Menantu Hina Yang Dihormati

Goa yang tak pernah dilalui oleh manusia mana pun selain penduduk desa Tuan Aldrik. Para pengawal tidak diizinkan masuk, hanya sepasang pengawal dan juga dokter yang mengikuti mereka mamasuki goa tersebut. Para singa terduduk, berbaris dengan rapi seolah memberi hormat pada mereka. Cloe dan Lea berjalan memimpin jalan dengan kepala terangkat, membuat para singa lainnya menundukkan kepala saat mereka melintas. "Kenapa ada banyak singa di sini? Bahkan mereka tunduk pada penguasa Madripoor," gumam pengawal wanita.
1049.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Yosan menunjuk ke arah pegunungan di depan dan berkata, “Gunung Sanguna dilindungi oleh formasi yang sangat kuat. Prajurit kuat mana pun yang masuk tanpa izin dari Klan Guno akan mati dengan mengenaskan dalam formasi itu.” Chandra mengangguk pelan. Yosan sudah berjalan lebih dulu. Chandra pun segera mengikuti di belakang. Sesaat kemudian, mereka tiba di sebuah tempat terbuka. Di tempat itu terdapat tiga tugu batu yang tingginya lebih dari 30 meter. Diatas tugu batu terukir beberapa patah kata dengan huruf yang besar. Gunung Sanguna merupakan kawasan terlarang. Orang luar tidak boleh masuk atau kalian akan mati terkepung.
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65.1K kali sebagai singa gua
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
Brajasena Sang Ksatria

Brajasena Sang Ksatria

Ia bisa merasakan ada sosok Hewan buas yang kuat tinggal di dalamnya. "Mengaum!" Terdengar suara gemuruh dari dalam gua batu. Seekor Singa Emas raksasa, setinggi dua meter dan Mahanaga enam meter, melompat keluar dari gua gunung dan meraung pada Brajasena.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
Rainkarnasi Jiwa Pengembara: Kehidupan Setelah 10000 Tahun

Rainkarnasi Jiwa Pengembara: Kehidupan Setelah 10000 Tahun

Siluet itu membentuk seekor singa raksasa, berdiri megah dengan surai yang bergelombang seperti api. Raungan menggema dari mulut singa spiritual itu—suara yang dalam dan berat, seakan mengguncang jiwa siapa pun yang mendengarnya. Dengan lompatan penuh amarah, singa itu melesat ke depan. Cakarnya menggores tanah, menciptakan retakan saat ia menerjang ke arah Zhu Long. Udara seketika terbelah oleh tekanan mengerikan dari serangan tersebut. Mulut singa itu terbuka lebar, menampilkan taring-taring tajam yang tampak cukup kuat untuk merobek logam sekalipun.
9.820.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 759 kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
My Husband's Secret

My Husband's Secret

“Kalau begitu, izinkan kami pergi. Saya harus segera sampai di Dunia Pelarian. Jika sudah sampai sana, kami akan lebih mudah untuk bisa membebaskan orangtuamu.” Singa itu meraum. Tetapi aku bisa merasakan jika suaranya menandakan kedamaian. Itu bukan suara marah yang tadi aku dengar. Aku, Mas Gala, dan Cakra seperti patung. Kami memandangi Melica yang sedang mengobrol dengan seekor singa yang seolah adalah temannya. Itu benar-benar menakjubkan.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 694 kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Mungkin saja, karena aku semula belum pernah berkunjung ke sini. Di depan sana, sekitar jarak lima belas meter, ada sebuah patung kepala singa besar, menyandar pada sebuah batu. Mata singa itu sipit sebelah, dan bibirnya tidak terbuka sama sekali. Bahkan, telinga singa itu terlihat bergerak-gerak, walaupun sepertinya terbuat dari ukiran batu. “Nah, itu adalah pintu masuk rumah kami.” Hinia berkata.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Di atas tebing batu, terlihat serombongan singa sedang menatap tajam ke arah mereka sambil memamerkan gigi taringnya yang tajam dan besar. “Eh!” Jiang Shi terperanjat, ternyata ada seekor singa jantan lain yang berukuran sangat besar tidak jauh darinya, sepertinya itu adalah pimpinan rombongan singa tadi. “Kurang ajar, rupanya mereka peliharaan Yin Long!” Mo Ong yang biasanya tenang sekalipun cukup berdebar juga dikepung oleh komplotan binatang buas itu. Singa gurun terkenal jauh lebih besar dan ganas dibandingkan dengan singa biasa.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Oia, jumat malamnya, aku ke Singapur. Sampe jam 10an di Changi.” “Masih lama.” Arya menyentuh layar ponselnya, tepat pada bibir Cita yang mengerucut. “Semingguan lagi, sabar, ya. Habis itu kamu bisa peluk sama cium aku puas-puas.” “Nggak kebalik?” Arya terkekeh, saat melihat mata Cita memicing padanya. “Nggak kebaliklah. Kan, kamu sudah kangen dan nggak sabar ketemu sama aku, kan?”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai singa gua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status