Penguasa Benua Timur
Angin semilir lantas menerbangkan daun dari Pohon Kematian itu, semakin banyak dua manusia di dalam goa menebas kepompong, semakin banyak pula dedaunan yang terbang terbawa angin.
Hingga pada akhirnya, daun-daun yang gugur itu telah diterbangkan oleh angin, melewati lembah Jingjao yang masih berisik akan tangisan para perempuan. Tak berhenti sampai di lembah Jingjao, daun-daun dari Pohon Kematian itu terbang melewati area istana, membuat beberapa pengawal tercekat kaget karena hal itu semestinya tak boleh terjadi.
Satu, dua, tiga, empat, lima, sepuluh, dua puluh!