Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

D A N (Keresahan yang Ku Saksikan) Sarah Sibuk dengan ketidakpastian Diriku bagai daun yang berguguran Mencarimu berkeliling Hingga tubuh ini terombang-ambing Bagai baling-baling Dan, Hatiku bertanya Dimana kau berada Dan, Menunggumu bagai gelombang jalan Dengan batu yang berhamburan Penuh debu dan kotoran Aku dalam kegersangan Dan, Mengapa sesuatu yang ku harap ada padamu Tak jua ku temukan pada dirimu Tak tercoret setitikpun rasa iba yang tertanam dalam rindumu Untuk sedetik saja menemuiku Dan menemui cinta yang ku bawa untukmu Dan menemui rindu yang ku tabung untukmu Dan menemui kasih sayang yang ku beri untukmu Dan menemui senyum yang ku simpan untukmu
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga Di Pernikahanku

Orang Ketiga Di Pernikahanku

Dia segera pergi dari hadapan dua orang menjengkelkan itu sambil mulutnya masih menggumamkan sumpah serapah yang tidak ada habisnya. *** Gengs aku juga punya novel Judulnya NIKMATI AKU (Indonesia) wkwkkw. Fantasy romance, sih, tentang siluman ular yang jatuh cinta kepada manusia. Macam mythologi gitu. Kalian cari aja di IGku (Mayangsu_) nanti bakal ketemu. I*: Mayangsu
9.830.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Mungkin baterai HP-nya habis, atau dia sedang dinas ke daerah yang tidak memiliki sinyal. Aku mulai membuka halaman pertama buku yang belum sempat aku baca. Novel karya Mira W berjudul Masih Ada Kereta yang Akan Lewat. Novel lawas yang belum sempat aku miliki. Ketika dicetak dalam cover dan kemasan baru, aku membelinya. Aku penggemar beberapa novelis ternama di tanah air, Mira W salah satunya.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TURNING LIFE 1 Angin malam berdesir pelan melewati daun-daun pohon tinggi yang menjulang, seolah menyanyikan sesuatu yang asing dan jauh dari pemahaman manusia. Udara terasa tajam, dinginnya menusuk tulang, seolah hutan itu sendiri menolak kehadiran siapa pun. Di atas langit yang pekat, tanpa bintang, tanpa bulan, sebuah cahaya kecil melintas—jatuh seperti bintang yang terbakar.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

ASYIFA FURQON POV 1 (KHUSUS SIFA) -DALAM NOVEL INI PENULIS MENGHADIRKAN CAMPURAN POV 1 DENGAN TOKOH SIFA❤️- Sebatas Kata Andai, Andai aku seperti mereka, tentu tak akan hati ini nelangsa, Dengan mudah bibir ini mengucap cinta layaknya pujangga pada setiap pria, Andai aku seperti mereka, mungkin kita akan bersama sejak lama, Tahukah engkau rasanya mencinta hanya di hati saja? sangat nestapa, Andai aku seperti mereka, tentu Tuhan akan murka padaku juga, Katanya mendekati zina berdosa, apakah menganggumimu sama? Tak perlu kau tahu siapa aku, hanya melihatmu dari jendela kelas saja aku bahagia,
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
DANYANG

DANYANG

Angin bertiup dari atas, seolah datang dari celah di langit yang berwarna ungu, meniup dedaunan pohon keramat hingga membuat beberapa helai daun itu gugur. "Nala mengatakan padaku soal dirimu. Kamu tidak baik, kamu juga tidak jahat. Kamu bukan hitam tapi kamu pun bukan putih. Seperti apa kamu itu tergantung bagaimana kami, aku, melihat ke arahmu." Dayu kembali bertutur, seolah dia sedang curhat pada seorang kawan lamanya, mengenai apa saja yang sudah dia dengar dari cowok yang tiba-tiba membuatnya jatuh cinta begitu dalam.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Lihat, Guru. Mereka semua kocar-kacir. Kita berhasil menghentikan pertumpahan darah yang seharusnya hari ini menghabiskan kedua pihak, sesuai keinginan Ratu. Apakah ini cukup?" Wiku Sasodara tersenyum, senyum yang tenang dan penuh makna, namun matanya memancarkan kedalaman pengetahuan yang kuno, seakan melihat ribuan tahun sejarah Medang. "Keinginan Ratu... dan belas kasih alam semesta. Angin ini, Amasu," Ia berhenti sejenak, membiarkan sehelai rambut panjangnya yang kelabu tertiup pelan oleh Pawana Sengkala yang kini tinggal bisikan halus. "Angin ini tidak bertujuan menghancurkan dengan kejam. Ia tidak menyakiti dengan niat buruk atau dendam. Ia hanya bertujuan memisahkan, mengurai kekacau
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Tatapan yang bukan lagi berisi cinta yang buta, tetapi kekecewaan yang telah mengeras menjadi es. ​Di tengah tatapan dingin itu, sebuah bayangan aneh melintas di benak Arya. ​Bukan bayangan Kinanti, bukan juga wajah Bramantya yang sinis. Tapi, bayangan yang kabur...sebuah aula besar yang gelap, suara tembakan yang memekakkan telinga, dan bau amis darah yang menyengat. Secepat kilat, bayangan itu lenyap, meninggalkan sakit kepala berdenyut dan sensasi aneh di telapak tangannya, seolah ia baru saja memegang senjata berat.
10830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
Langkah di Jalan Keabadian

Langkah di Jalan Keabadian

Mo Jiang Wuhen meraung, wajahnya memerah karena amarah yang memuncak. "Jadi ini ulahmu, Ye Tian?!" PENGUMUMAN JANGAN LUPA BACA NOVEL TERBARU AUTOR BERJUDUL: REINKARNASI SANG KAISAR LANGIT BERHUBUNG NOVEL TERSEBUT MENGIKUTI PERLOMBAAN, JADI AUTHOR BERHARAP DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA. SEKIAN DAN TERIMA KASIH....🙏🙏🙏🙏
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status