Pembalasan Sang Dokter Jenius
Namun, di mata Joko, semua tanaman itu tampak sekarat.
Dari setiap pot, dari setiap helai daun anggrek yang indah itu, menguarlah gumpalan-gumpalan asap tipis. Asap itu berwarna merah kehitaman, berputar-putar pelan di udara seperti racun yang tak terlihat, menempel di dinding-dinding rumah yang bersih, memancarkan aura kesedihan dan penyakit yang begitu pekat.
“Hmph. Tempat ini juga kotor,” suara Khodam berdesis di benaknya, nadanya penuh dengan rasa jijik.