Rahasia Panas Cinta Terlarang
Di sepanjang jalan, aroma makanan menyeruak dari berbagai warung kaki lima—martabak, sate, gorengan, cilok, hingga minuman dingin yang tampak menyegarkan.
Perutnya berontak, perih karena seharian hanya terisi air putih dan sepotong roti sisa sarapan. Reva menelan ludah. Betapa ingin ia membeli sesuatu, tapi... ia sadar, uangnya harus cukup sampai gajian.
Akhirnya, ia memilih membeli nasi kucing saja. Murah, meski jelas tak cukup mengenyangkan.