JERAT HASRAT TETANGGA TAMPAN
Malamnya, aku memberi tahu Pras soal kehebohan yang terjadi tadi siang, sampai-sampai aku telat menjemput kedua putraku.
“Gila kan? Siapa yang sangka Rudi bermain api dengan ART kita, Mas?!” Aku melempar kedua tangan ke atas dengan geram.
“Yah, namanya juga lelaki, Ndin,” jawab Pras sambil memperhatikan ponselnya.
“Maksud Mas, kalau laki-laki wajar selingkuh?” tanyaku sewot dari depan meja rias.
“Bu--bukan begitu. Laki-laki itu kan butuh menyalurkan nafsunya dan kalau enggak salah istrinya itu sedang sakit kan?”