BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS
Kata-kata keji itu meluncur tanpa filter, merobek batas-batas kesopanan.
Wajah Amora mengeras, matanya menyala. Kemarahan yang selama ini ia tahan kini meledak. "Jangan pernah bawa-bawa nama orang tuaku, Mbak!" tegas Amora, suaranya rendah namun penuh ancaman. "Kalau tidak, Mbak pasti akan menyesal karena sudah mengusik orang yang salah." Setiap kata adalah peringatan, sebuah janji bahwa ia tidak akan tinggal diam jika batas itu dilanggar.
Enzy mencibir, seulas senyum sinis terukir di bibirnya. "Kamu pikir aku takut sama ancaman kamu, hah?" tantangnya, meremehkan setiap ucapan Amora.
Hot Chapters