Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit
Radit menatap ke langit, lalu berkata pelan, “Dulu aku pikir hidup cuma tentang menebus dosa. Tapi malam ini, aku sadar... ternyata hidup juga tentang memberi arti.”
Velia menatapnya, matanya lembut dan berkaca-kaca. “Dan kamu udah ngasih arti buat banyak orang, Dit. Termasuk aku.”
Mereka saling berpandangan.
Di antara suara hujan, Velia menyandarkan kepala di bahu suaminya, dan Radit mencium keningnya perlahan.
“Aku nggak tahu nanti dunia bakal seperti apa,” kata Radit lirih. “Tapi selama aku masih bisa berdiri, aku bakal pastikan nggak ada anak yang ngerasa sendirian lagi.”
Hot Chapters