My Game Boyfriend
Ia duduk, dan memberi isyarat agar Melati ikut duduk di sebelahnya.
"Dulu aku ke sini karena merasa kesepian," aku Arthur jujur, matanya menatap pantulan air danau yang beriak kecil terkena angin. "Aku punya segalanya dalam hal materi, karier, dan jabatan. Tapi aku sadar, aku kosong. Aku tidak punya seseorang yang benar-benar mengerti aku, seseorang yang membuatku merasa pulang. Sampai akhirnya kamu datang ke hidupku, Melati."
Arthur menoleh, menatap wajah wanita itu lekat-lekat.