Selena
Melihat Selena sedih, membuat hatinya juga terkoyak.
Kepala Selena menggeleng beberapa kali. "Maaf, karena aku, Ayah harus berakhir seperti ini. Aku ... aku yang membuat Ayah hancur. Aku tidak ingin Ayah terus menerus dikendalikan rubah tua itu. Aku juga tidak mau, Ayah terus melumuri tangan Ayah dengan dosa dan darah orang-orang." Selena menumpahkan segalanya. Perasaannya, unek-uneknya selama ini. Baginya, ini saat yang paling tepat untuk bicara dari hati ke hati. "Tapi Ayah tenang saja," ucapnya lagi. "Sebentar lagi Ayah akan bebas. Kita akan pergi dari Blazias. Aku berjanji."
Terdengar embusan napas yang tenang dari Sirius. "Sudahlah, Selena. Jangan meminta maaf terus. Ayah sudah tahu sem
Hot Chapters