BERCINTA DENGAN HANTU
“Maaf, pak, saya minta maaf … saya … “ sopir dengan postur kecil dan kurus itu bicara dengan gagap, wajahnya sudah hampir menangis, tidak bisa melanjutkan bicaranya malah nangis terguguk, dia membayangkan nasib buruknya harus memperbaiki mobil yang ditabraknya, mobil itu mobil yang tergolong mewah, dia sudah membayangkan nasib anak istrinya, bagaimana kelak akan memberi makan mereka kalau harus mengganti rugi,
“saya tadi hendak mengerem, entah mengapa jadi gas yang saya tekan pak, maaf … “ cicit sopir itu di antara sesenggukannya.
“Kog bisa, berapa lama bapak menyopir?” cecar Darto.
Darto mensedekap tangan di dada, posturnya yang tinggi dan gagah, menambah wibawanya, membuat orang tertekan,