Hai Om, Aku Calon Istrimu!
kata Om Kais datar sambil menunjuk ke kursi paling ujung belakang tanpa menoleh.
Aku mengerjap bingung. “Belakang, Om?” tanyaku memastikan.
“Ya,” jawabnya singkat. “Kursi depan buat aku dan Pak Sopir, kursi tengah untuk Oma dan Mama, jadi kamu duduk di belakang.”
Aku menatap kursi yang dimaksud. Dalam hati aku mendengkus. Ini mobil keluarga, bukan ruang interogasi, kenapa rasanya kayak ditaruh di zona isolasi?