Mas Sena
ucap Sena menyuruhnya lagi.
“Gak,”jawab Zelina sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
“Jangan buat saya emosi Zelina, masuk,”ucap Sena memperingati.
Zelina melihat mata Sena yang melotot dan rahangnya yang mengeras. Itu tandanya dirinya sednag benar benar marah. Mau tidak mau Zelina pun lalu mengikuti apa yang dikatakan oleh Sena. Masuk ke dalam mobil Sena tanpa menjawab lagi apa yang dikatakan oleh Sena. Begitupun juga dengan Sena, ia pun mulai mengikuti Zelina. dan melajukan mobilnya entah kemana. Perasaan Zelina jadi campur aduk, ia takut masa lalu nya terulang kembali. Apalagi sekarang Sena tangah emosi.
Hot Chapters