DARAH PERAWAN
terang devan
devan keluar dengan hanya menggunakan handuk kecil milik widy,
widy semakin salah tingkah melihat devan hanya menggunakan handuk dengan sesuatu yang menonjol dibagian depan milik devan, devan memang lelaki perkasa yang memiliki Jauhar yang terbilang ukuran jumbo.
Devan kembali duduk tetapi tidak disofa tempat iya duduk sebelumnya, karena ia berpikir sofa itu sudah basah sehingga memutuskan duduk disofa ukuran kecil yang muat untuk dua orang tepat disamping tepat disamping widy,
teguk demi teguk ia meminum kopi capucinno buatan widy,
widy yang sedari tadi sudah mulai ngantuk menyenderkan bahunya disandaran sofa, lalu devan mengalihkan perhatian widy.