Syahadat Cinta
Robert tersenyum mendengarkan jawaban dari Rania, pria itu memandang gadis di sampingnya dengan pandangan berbinar.
“Musim semi, saat alam menari, memberikan wangi, menghiasi hari dengan warna-warni, keindahan yang memabukkan hati, harapan kembali lagi, awal untuk memperbaiki diri, tebarkan kenangan yang akan terpatri, dalam setiap sanubari,” Robert tiba-tiba mengeluarkan sajak dari bibirnya, pandangannya belum beralih pada sosok Rania, sedangkan gadis itu sama sekali tidak menyadari bahwa Robert semenjak tadi memandang dirinya karena ia memandang ke arah lain.
“Wau,,,itu bagus sekali, ternyata nenek benar ya kamu puitis,” Rania memalingkan pandangannya dan tersenyum memandang Robert.
Bab Populer