Istri Yang Tersakiti
Air mata Amanda menetes, wajahnya memerah menahan semua pilu yang dia rasa saat terkenang masa pahit itu.
Bram menggenggam tangan Amanda, genggaman hangat itu memberikan kenyamanan pada wanita yang sudah berusia matang. Debar itu kembali terasa. Apalagi hati Amanda kini telah terluka dan tidak ada seseorang yang mengisi relung kosongnya.
Bram, andai kau tahu, aku sebenarnya masih sayang terhadapmu. Hanya saja, kenapa dulu aku tidak berani mengungkapkannya? Batin Amanda ketika Bram menggenggam tangannya.