Adik Angkat
Windabima temanku yang imutibumu mengetuk pintu kamar membawa sarapanbekas cakaran saat bangun tidursebening embun pagi
telisik ku, aku merasa ada yang janggal dengan sikapnya yang aneh.
"Insting Mbak, sebagai calon adik ipar yang baik, pasti tau lah, kalau Mas Rio mau kesini anterin Mbak pulang!"
"Hm, emang, mau ngapain nunggu Mas Rio?" tanya ku lagi.
"Mau ngajak ngopi, Sama calon Kakak ipar!" ujar Bimo, bangkit lalu menepuk-nepuk bokongnya yang sedikit kotor bekas dia duduk di aspal.