Once then Forever
Seluruh sisi waja pria itu terasa kaku.
Sementara itu, Sera di tempatnya tengah tersedak dan batuk-batuk. Dada dipukuli, ia merasa tak ada udara yang masuk ke paru-paru. Cukup lama demikian, perempuan ini menggosok kedua mata. Mencoba menjernihkan penglihatan.
"Siapa yang tidak sakit bila tidur di ruangan terbuka?"
Cukup. Dengan raut bak baru melihat setan, Sera berdiri. "Ke--kenapa ka--kamu a--ada di sini?" Kedua kaki bergetar. Takut, tapi juga amat marah.