Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Pagi itu seharusnya menjadi awal dari kemenangan mereka. Siska terbangun dengan perasaan yang sedikit lebih berani setelah ikrar aliansi semalam. Namun, ketenangan di apartemen mewah itu hancur berkeping-keping bahkan sebelum matahari benar-benar tinggi. Suara bising televisi dari ruang tengah membuat Siska segera beranjak dari tempat tidurnya dengan perasaan was-was.
779 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai suasana pagi
Baca
+Pustaka
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

Tidak kalah dengan anak senja. Piyama lengan panjang cukup untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Tuhan maha baik dan pemurah, Tuhan menciptakan semua secara apik dan selaras. Perubahan gelap menjadi terang di pagi itu terasa begitu lembut, kuasa-Nya sangat memukau hingga tanpa Gendhis sadari kabut perlahan mulai menghilang. “Assalamualaikum, selamat pagi Mbak” suara lembut itu memecahkan keheningan.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai suasana pagi
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
Alice

Alice

"Sedalam-dalam nya lo berbohong, kalau ke bongkar gak akan bisa bertahan!" -----:--— Suasana pagi hari ini sangat lah dingin, gerimis hujan, suara angin, dan merdu ya kicauan burung membuat dunia sangat lah ramai. Jalanan nampak sepi hanya ada beberapa manusia yang berlalu lalang tak lupa dengan payung di tangan nya.
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai suasana pagi
Baca
+Pustaka
Dikhianati Suami, Dicintai Duda CEO

Dikhianati Suami, Dicintai Duda CEO

sahut Rika. Pagi itu, suasana di meja sarapan begitu penuh keceriaan. senyum yang merekah di wajah Dinda dan Satya. Pemandangan luar jendela menampilkan matahari pagi yang bersinar cerah, menyinari ruangan dengan kehangatan yang membuat hari terasa semakin indah. Hati Dinda berbunga-bunga, dan dia tidak sabar untuk membagikan kebahagiaannya dengan teman-temannya. Karena pagi itu, salah satu keinginannya terkabul.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai suasana pagi
Baca
+Pustaka
Bittersweet Revenge

Bittersweet Revenge

“Intinya, dia yang lebih dulu nyari gara-gara. Dia jual, aku beli!” Wahyu memunggungi April. Enggan berdebat karena tidak akan ada ujungnya. “Terserah. Aku mau tidur dan jangan diganggu.” ~~~~~~~~~~~~~ “Kalau tiap pagi selalu disambut sunrise seperti ini ... rasanya damai,” gumam Indah pelan. Suaranya hampir tenggelam oleh aliran lembut angin pagi yang masuk lewat jendela terbuka.
10119.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai suasana pagi
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Mae Kim
aku tim wahyu-anggun garis keras mba, karena aku mau wahyu dan anggun sama-sama bahagia. semua di sini kasian, tp menurutku yg paling kasihan anggun dan wahyu dengan kehidupannya masing-masing, jd mereka berhak bahagia dengan bersama. jd plis mba, buat anggun bersama dengan wahyu:"
firly edogawa
selalu bagus,, yg 1 inibikin campur aduk emosi saya.. sedih,kecewa,marah, tegang, semoga bahagia di akhir cerita, dan yg antagonis dapat karmanya secepatnya . tapi jangan cepat pula berakhir ceritanya..bahagianya yg banyak, yg jahat2 buang aja udah........... suka suka suka pokoknya...........
Baca Semua Ulasan
Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

Hal ini membuat tubuhnya merasakan sebuah kenyamanan. Keesokan harinya, Rangga bangun pagi dalam keadaan tidak bersemangat. "Mas, ayo makan!" ucap Siska, dikala mereka semua sedang berkumpul di meja makan, menikmati sarapan pagi. Rangga melirik sekilas ke arah Suci. Wanita itu tampak begitu bersemangat menikmati sarapannya. Rangga mengambil piring berisi makanan yang telah disiapkan oleh Siska.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai suasana pagi
Baca
+Pustaka
30 Hari Mendapatkan Benih Suamiku

30 Hari Mendapatkan Benih Suamiku

Anak-anak rambut yang turun di sekitar tengkuk dan lehernya justru membuat Lian tampak lebih sexy pagi ini. "Iya kamu selalu cantik di kondisi apapun. Ngomong-ngomong, sudah tidak kesal lagi?" ini pertanyaan yang bisa jadi menimbulkan kekesalan Lian lagi, tapi Saga ingin tahu meski mereka sering melalui pagi yang seperti ini. "Aku masih kesal, dan akan tambah kesal karena kamu tidak menurut." "Quickly mau? sebelum aku pergi mandi. Lagipula aku sudah lapar, tapi kamu menggoda sekali pagi ini."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai suasana pagi
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Suasana di meja makan pagi ini terasa berbeda. Sangat berbeda. Biasanya, udara di Penthouse ini dipenuhi ketegangan dingin atau keheningan yang mencekam. Tapi pagi ini, ada semacam kehangatan aneh yang menggantung di udara, bercampur dengan aroma kopi arabica dan roti panggang.
9.468.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai suasana pagi
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

LOKASI: KOTA METROPOLIS - KEESOKAN PAGI STATUS WAKTU: AWAL BARU Adrian menatap gedung-gedung tinggi yang menjulang di depan matanya, merasakan udara pagi yang segar mengisi paru-parunya. Hari baru, bab baru. Takdirnya masih ada di tangannya, dan ia siap untuk menulis apa yang akan datang.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai suasana pagi
Baca
+Pustaka
DUA BELAS TAHUN TANPA KAMU

DUA BELAS TAHUN TANPA KAMU

Mentari pagi merangkak perlahan dari balik gedung pencakar langit dan deretan toko-toko di sekitarku, cahayanya redupnya menerobos celah bangunan dan menembus asap tipis yang mengepul dari cerobong pusat industri menciptakan panorama kota yang dramatis. Masih jam 08.00 pagi, tapi suasana hati yang sejak tadi kupaksakan untuk tetap tenang kini bergejolak seperti segelas air yang diletakkan di atas kobaran api. Di luar sana suara klakson mobil dan deru mesin motor menciptakan simfoni khas kota yang tak pernah berhenti. Berpadu dengan semua itu, pikiranku mulai kalut tak menentu. "Kami tidak menjual apapun untuk Anda," tegasku sekali lagi.
933.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 989 kali sebagai suasana pagi
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Yani Ajjah
Thor klu bisa datangkan/munculkan tokoh laki2 yang kaya walaupun tdk sekaya mertua Arham tegas, berkarisma setidaknya bisa melundungi Iriana dan anak2nya, karena dr obrolan Arham sm Iriana kynya Arham ingin namanya bersih, takut hilang harta jadi secara g langsung maunya Arham itu, yg gugat Iriana.
Abu Saad Saud
tapi jangan sampe sama kaya novel novel lain yang laki akan kalah sama jabatan dan uang.....tapi dari awal baca saya suka.tapi mudah mudahan tokoh cowoknya gak kebeli dengan jabatan.soalnya saya bosen baca novel ujung ujung begitu suksesthor
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status