Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEDIKIT LAGI, SAYANG!

SEDIKIT LAGI, SAYANG!

Tubuhnya gemetar, napasnya tak beraturan. “Aku nggak mau kamu makin sakit…,” lanjutnya dengan suara pecah. “Aku nggak mau… cukup ini. Ini udah nyakitin semuanya. Aku nggak mau lagi, Nath…,” ucapnya putus asa.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Pelayan Dadakan Tuan Kejam

Pelayan Dadakan Tuan Kejam

“Lain kali biasakan supaya kau tidak cengeng lagi!” ***
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
My Ex My Husband

My Ex My Husband

“Ssshhh.. aduuh.. sshh.. sayang.. kenapa seperti ini rasanya.. aduh.. sshh.. aku sudah tidak tahan.. sayaaaang..” To Be Continue
1099.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Its Me Nouris
Halo Readers semua. Makasih banyak ya udah setia nungguin Gala Bintang. Supaya aku tambah semangat, tinggalkan komentar setelah kalian membaca ya. Aku rencana Up 2 bab lagi setelah bab 46 ini up, mana tau kalau kalian kasih semangat, aku khilaf jadi up 5 bab hehe... ditunggu reviewmu...
Samaira Siswanti
Kakak aku mampir ke ceritamu bikin aku baper deah semangat terus yea up nya. Mampir juga ke karya receh aku "I'm My Sister's Replacement Bride" Semoga suka 🙏jangan lupa tinggalkan jejak disana yea masih
Baca Semua Ulasan
ARABELLA

ARABELLA

“Gak usah sotoy jadi orang. Lagian gue juga gak peduli.” “Awas nyesal loh. Nanti nangis.” “Bawel lo!” ******************************
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Membalas Suami Pengkhianat dan Selingkuhannya

Membalas Suami Pengkhianat dan Selingkuhannya

Munafik jika dia tidak tersentuh. "Jangan menangis lagi. Airmatamu terlalu berharga. Mulai hari ini aku berjanji tidak akan membiarkan kau menangis. Aku mencintaimu dan malam ini akan kubuktikan," ucap Saga bersungguh-sungguh, membuat Salsa hanya mampu mengangguk dan pasrah dalam dekapan hangat pria itu. *
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Ditiduri Majikan

Ditiduri Majikan

Dia juga menangis, tapi masih bisa menahan untuk tidak terisak dan meraung. "Sedih nggak apa-apa. Nangis juga nggak apa-apa, tapi jangan berlarut. Kamu masih punya hari esok, punya banyak warna yang belum kamu miliki." Suara mama Ajeng menghilang. Ia menarik nafas sambil mengusap bulir yang mengalir deras di pipi. "Hiks, mama...." Lauren menarik kepala, berhambur memeluk mamanya dan menumpahkan tangisnya di pundak mama.
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 647 kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Dinikahi Mantan Adik Ipar

Dinikahi Mantan Adik Ipar

"Jangan nangis lagi." "I love you, really."
1017.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Dengan suara serak yang menahan tangis. Sarah menoleh. “Jangan menangis.”
9.6298.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Wedding Agreement

Wedding Agreement

Tangis Keyra pecah lagi. “Udah dong, jangan nangis lagi. Besok kamu coba hubungi dia lagi ya. Mungkin sekarang dia masih emosi. Tapi kalo besok aku yakin dia udah gak marah sama kamu.” kata Mesya, ia mengusap pipi Keyra yang dibasahi air mata. Keyra mengangguk pelan. “Senyum donk, jelek kalo kaya gini ah.” cibir Mesya yang seketika membuat Keyra menerbitkan senyum tipisnya.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Gambaran itu membuat dada Juan tiba-tiba terasa sesak, muncul kegelisahan yang tidak mampu dia jelaskan. Dia segera memutus pikiran itu, sekaligus menghentikan ibu yang hendak melanjutkan omelannya. "Ibu, sudah larut. Hari ini juga sudah lelah bermain, lebih baik istirahat lebih awal." Juan meletakkan gelasnya. "Bukannya besok kita mau berjalan-jalan ke kota tua di dekat sini?" Ibu melihat jam dan menguap. "Benar juga. Sudah tua, nggak kuat begadang. Melda, kau juga cepat tidur."
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai sudahlah jangan menangis lagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status