Pelukan Hangat Tuan Presiden
"Luar biasa, bukan?"
Erika tiba-tiba muncul dan berjalan mensejajarinya. Temannya itu mendongak, menatap langit dengan binar kagum. "Sejak semalam, sesaat setelah badai paling hebat itu lewat, hujan langsung berhenti total. Badainya hilang begitu saja. Rasanya seperti ada yang baru saja menenangkan amarah alam ini," ujar Erika antusias.
Sera hanya memulas senyum tipis yang getir. Ia menoleh perlahan ke arah tenda utama, tempat di mana ia dan Rendra melakukan penyatuan untuk pertama kali.