Nafkah yang Keliru
“Aman kok Dek, kamu enggak perlu segitunya.”
“Apanya yang aman, itu bibirnya pecah.”
“Sariawan.”
“Jangan ngarang deh, mana ada sariawan bentukannya seperti itu.”
Entahlah saat itu aku hanya ingin tertawa. Gemas saja melihat Lara khawatir sampai seperti itu.
“Kenapa malah senyum-senyum sih?”
“Kamu khawatir banget sampai sebegininya, karena kamu masih sayang sama Akang ‘kan?”