SETELAH KEMATIAN ISTRIKU
Bi Ima pun sepertinya tidak mengerti, maksud pembicaraannku dengan dokter saat di rumah sakit.
"Iya. Nanti saya bicarakan, ya, Bu! Sekarang Ibu, tenang. Saya yakin, Pak Dewa akan memaapkan Ibu. Dan bisa menerima musibah ini dengan hati yang lapang," balasku akhirnya. Hingga Bu Titi hanya mengangguk. Dan tak lagi menyalahkan dirinya.
Hari hampir maghrib. Saat prosesi pemakaman Davina telah selesai. Di pusara ini, hanya tinggal aku dan kedua wanita yang setia mengabdi pada Dewa.