Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

“Dedaunanku menari Iringi senandung nabastala Cerah berpendar Sebiru gagang pedangmu Lukaku merona Pancar penuh tawa Atas kabar bersambutnya rasa Dersik pembawa bahagia Katamu akulah sahmura Pendar mewangi helai mahkota Kataku akulah akara Pendar meluruh tiap amerta Sejuk dersik sarayu Simpul terukir kehadiratmu Indah irama jantung bertalu Tuan, nada ini untukmu.” Usai membaca puisi, Shaw mengusap tengkuk. “Aaa ... aku tidak begitu memahami puisinya.” “Tapi puisinya bagus. Kira-kira siapa penulis puisi itu?” Jari telunjuk Bailey mengetuk-ngetuk dagu, otaknya berpikir.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 388 Times as puisi duka
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as puisi duka
Read
+Library
RETAKNYA MAHLIGAI PERNIKAHANKU

RETAKNYA MAHLIGAI PERNIKAHANKU

~~~ Menjerit dalam serpihan asa Tertusuk tombak tepat di rongga dada Diam tak dapat bicara Hanya mampu menahan luka Hati sesak penuh angkara murka Menangis sendu dalam tawa Bercucuran darah di pelupuk mata Mengenang luka yang kau torehkan Cinta bukanlah air mata Mengapa penuh dengan dusta? Cinta bersamamu penuh derita Hanya bisa merasakan abadinya duka Matahari sudah enggan memberi cahaya Sinar rembulan gelap menyelimuti lara Aku merasa hampa sendiri tak bernyawa Matipun rasanya tak mengapa!. ***
103.2K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as puisi duka
Read
+Library
RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

Mereka semua terdiam termasuk Rania, alhasil Desfa menarik kertas mereka dan mengoreksinya. "Cinta itu buta Tapi mataku bersinar ketika menatap dirimu Cinta itu tuli Tetapi aku terpana mendengar suara merdumu Sekarang Cinta itu apa ketika bersamamu? Kupikir kau cinta sejati Bagai malaikat maut yang sulit ditebak kapan mau menjemput" Puisi Gara akhirnya menjadi kandidat pertama puisi yang akan dibacakan. Sekarang giliran puisi Yanto yang dikoreksi Desfa.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as puisi duka
Read
+Library
The Victim

The Victim

Biarkanlah nafasku yang berbicara Betapa aku sangat menyesali segala sesuatu yang terjadi. Betapa aku ingin menghembuskan kata maaf dalam tiap nafasku Betapa aku mencintai kalian dalam relung hatiku Aku tak mampu berbuat apa-apa lagi.. Melepaskan kalian.. Sumber kebahagiaanku.. Karena kalian tak akan terganti. Kalian berharga Selamanya... Suara hati Jonathan. (Puisi by MonikaRani)
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 457 Times as puisi duka
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi duka
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

D A N (Keresahan yang Ku Saksikan) Sarah Sibuk dengan ketidakpastian Diriku bagai daun yang berguguran Mencarimu berkeliling Hingga tubuh ini terombang-ambing Bagai baling-baling Dan, Hatiku bertanya Dimana kau berada Dan, Menunggumu bagai gelombang jalan Dengan batu yang berhamburan Penuh debu dan kotoran Aku dalam kegersangan Dan, Mengapa sesuatu yang ku harap ada padamu Tak jua ku temukan pada dirimu Tak tercoret setitikpun rasa iba yang tertanam dalam rindumu Untuk sedetik saja menemuiku Dan menemui cinta yang ku bawa untukmu Dan menemui rindu yang ku tabung untukmu Dan menemui kasih sayang yang ku beri untukmu Dan menemui senyum yang ku simpan untukmu
103.0K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as puisi duka
Read
+Library
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
109.0K viewsOngoingAdded to Library 242 Times as puisi duka
Read
+Library
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

ujar Alisa yang sudah tidak tahan menahan sakitnya. "Aku tahu, kalau Darma sudah sangat keterlaluan, tapi mau kemana kau malam-malam seperti ini? Aku tahu panti bukanlah tujuanmu, kau bukan anak yang menampakkan kesedihanmu pada ibumu, aku faham kamu, Alisa, " Alisa terdiam, ia menutup matanya agar air tak selalu mengalir di pipinya. *******
101.9K viewsOn holdAdded to Library 67 Times as puisi duka
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Isinya adalah puisi yang ia tulis sendiri. “Kau bukan datang dari rencana, tapi dari harapan yang tumbuh di luka. Kau bukan jawaban dari tanya, tapi pelukan yang menenangkan semua gundah.” “Kau akan kami panggil dengan nama, Tapi cintamu akan hidup bahkan sebelum suara pertamamu terdengar.” Dinda menahan air mata. Ia menggenggam tangan Rayhan erat-erat. “Kita udah siap, ya?”
88.5K viewsOngoingAdded to Library 340 Times as puisi duka
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status