Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Presdir Mengejar Cinta Istri

Tuan Presdir Mengejar Cinta Istri

"Oh, yang orang dari Tanjung, corp. itu?" "Iya, dia. Aku harus pergi ke bandara. Kamu nggak perlu anter, aku naik yellow cabs aja." Talita telah siap dengan kepergiannya. Dua tas yang di bawa merupakan cerminan harap Talita berkunjung ke Indonesia dalam waktu singkat saja. "Hanya begitu?" Mario berbalas pertanyaan. "Maksudnya hanya begitu?" "Yah, maksudku kamu pamitan terus pergi gitu aja? Apa nggak ada tanda apa gitu, kek?"
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
Penyamaran Saudara Kembar

Penyamaran Saudara Kembar

Unggahan kafe dengan komentar menggelitik dari Talita masih ada di urutan terdepan. Jempol Kintan tidak sengaja mengeklik profil akun Talita. Ada foto sayap pesawat dengan latar awan yang baru diunggah beberapa menit. Di bagian bawah foto, Talita menuliskan keterangan, "Bye Jakarta. See you next year!"
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan

2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan

pinta Aldebaran. "Hah?" Sopir terkejut. "Maksudnya ke dalam sana?" Sopir taksi menunjuk pos penjagaan pangkalan militer angkatan udara. Pos penjagaan itu bertuliskan Selamat Datang di Bandar Udara Pelita Air Service Pondok Cabe. Melihat raut wajah sopir yang bingung, Aldebaran bertanya, "Iya. Memangnya kenapa, Pak? Apa ada yang salah?"
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
How Could We Go Wrong?

How Could We Go Wrong?

Petugas bandara pun menunjukkan jadwal yang tertera di sampingnya. Jakarta - Singapore - Take Off Alan sangat kecewa, tubuhnya merasa lelah. Dia sudah kehilangan Alana begitu saja. Penyesalan pun pada akhirnya menghantui dirinya yang sudah menyia-nyiakan Alana.
9.95.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
AIRÉLLE : Puzzle of Fantasy World

AIRÉLLE : Puzzle of Fantasy World

bukankah Aaric saat ini seperti murid yang aktif bertanya ketika guru menerangkan materi? “Banyak! Di sana tidak ada teleportasi, tapi ada transportasi. Transportasi adalah kendaraan, emm seperti kalian yang menunggangi kuda dari tempat menuju tempat tertentu. Tapi, ini lebih canggih lagi. Ada mobil, motor, sepeda, kapal, pesawat, dan banyak lagi!” Airélle bertutur antusias. “Kau pernah menggunakan semua itu?” lagi. Airélle mengangguk. Namun, seketika tatapannya menyendu. “Orang tuaku meninggal karena kecelakaan pesawat....”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

tanya Angga langsung pada inti persoalan, suaranya berat dan sarat akan ketegangan. ​“Tadi siang saya mengikuti pergerakan Angel sampai ke Bandara Changi, Pak. Dia mengambil penerbangan darurat dan saat ini sudah mendarat kembali di Jakarta. Saya sudah menginstruksikan anak buah saya untuk bersiap di Bandara Soekarno-Hatta dan membuntutinya. Laporan terakhir yang saya terima, taksi yang ditumpanginya mengarah ke Apartemen Kencana Residence.”
762 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
Gagal Move On!

Gagal Move On!

katanya “Nanti deh gue ngomong sama Tara.” “Nanti kapan?” tanya Nando. “Besok kali, ya?” jawabnya tak yakin. Tian meneguk cola yang sempat mereka anggurkan—dia memang request minumam yang lebih berkelas sedikit—lalu menatap Raka serius. “Gak ada hari besok.” “Kenapa?” tanya Nando. “Sekarang dia lagi prepare, besok pesawatnya take off pukul tujuh pagi,” jelas Tian.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
Terjebak Dua Cinta

Terjebak Dua Cinta

Setelahnya, mereka berbalik dan jalan menuju pesawat berlogo huruf T di bagian ekornya, dengan dipandangi sanak saudara yang turut mengantarkan orang-orang terkasih. Kala semua anggota rombongan telah memaauki pesawat, para pengantar tetap menunggu hingga burung besi itu mengudara. "Mas, aku mau ngomong sesuatu," ujar Tanti sambil memandangi suaminya lekat-lekat. "Tentang apa?" sahut Farzan. "Ristin cerita, kalau Mas Tahir melamarnya." "Sudah kuduga kalau mereka lagi dekat."
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai talang air transparan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status