Tumbal Bulan Suro
Wella Andrianakumbang malamritual tumbal terakhirtumbal pesugihanbermalam
Mataku membeliak saat melihat sang penelpon.
Tanpa membuang waktu cepat-cepat kuangkat panggilan dari orang yang selama ini kutunggu. Jantungku sungguh berdebar tak menentu kini.
"Hallo, Dasiman ... Kalian ke mana saja sih, Man?" Tanpa bisa menahan air mata pun luruh begitu saja di pipi.
"Tin, i--ni a--ku."
Darahku makin berdesir-desir kencang saat yang terdengar di sana adalah suara Bang Sutar.
Beliebte Kapitel