Suatu Senja di Tanah Senja
“Tidak ada. Jangan dipikirkan. Naiklah ke telapak tanganku. Aku akan membawa kalian terbang ke langit ke tujuh.”
“Kau bisa melakukannya?”
“Tentu saja, aku ini, kan, setan.”
“Kau benar.”
“Kapan aku pernah salah?”
Selama perjalanan ke langit, kami tidak saling bicara. Rasa cemas mengunci mulut kami. An dan Nahl juga bungkam seribu bahasa. Wajah tampan mereka pucat pasi, seperti saat dahulu menyaksikan tuhan murka dan mengutuk kami semua. Setan terus memacu kecepatannya. Lapisan demi lapisan langit ditembusnya dengan mudah. Seperti ahli sulap mata, kami pun sampai di langit ke tujuh. Tepatnya di pinggir sebuah jurang yang dasar berupa api yang menyala-nyala. Pada seonggok batu kami melihat seek
ตอนยอดนิยม