Dream first class
“Tapi, tebak-tebakan itu, beda bukan, sama teka-teki silang?”
Ya ampun, nyambungnya dimana, hei?
“Beda dong…”
“Bedanya apa?”
“Bedanya itu—”
Duh, aku jadi pusing sendiri mendengar percakapan mereka. Jika diteruskan begini bisa-bisa berlanjut sampai malam karena tanpa dinyana Esa sanggup menjawab hal-hal konyol yang Rico pertanyakan sampai satu jam setengah tanpa rasa jengkel sedikitpun. Bisa dipastikan bila itu aku, mungkin melempar tutup panci sampai melesat ke keluar rumah bisa dijadikan pengganti jawabannya.
Hot Chapters