Melihat tendangan jejag dari sudut pandang praktisi bela diri campuran, gerakan ini punya keunikan tersendiri. Gerakan ini memanfaatkan momentum tubuh secara maksimal dengan rotasi pinggul yang kuat, menghasilkan daya ledak tinggi. Tapi efektivitasnya sangat tergantung situasi: dalam jarak medium dengan ruang cukup, tendangan ini bisa menghancurkan pertahanan lawan.
Di sisi lain, risiko exposure saat melakukan jejag cukup besar. Waktu charging yang relatif lama membuat praktisi rentan counter attack. Pernah lihat pertarungan antara Stephen Thompson dan Anthony Pettis? Thompsons sempat terjebak dalam posisi vulnerable setelah tendangan jejagnya di-counter. Butuh timing sempurna dan set-up yang matang untuk membuatnya efektif.