BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS
"Saya janji, saya akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk kamu. Meski saya nggak bisa janji untuk selalu bikin kamu bahagia, tapi setidaknya saya bisa usahakan agar tawa kamu jauh lebih banyak dibanding tangis kamu nantinya."
Amora meneteskan air mata. Air mata yang selama ini ia tahan, akhirnya pecah. Ini bukan air mata sedih, melainkan air mata haru. Jericho melihatnya, dan dengan lembut menyeka air mata itu dengan ibu jarinya.
"Kok nangis? Terharu, ya?" tanyanya lembut.
"Siapa yang terharu?" balas Amora, berusaha menyembunyikan perasaannya. Ia membuang muka ke arah lain. "Aku cuma kelilipan doang, kok."
Hot Chapters