Gairah Liar Istriku
Telepon kabel berwarna hitam, usang dan berdebu, gagangnya bergetar setiap kali dering berbunyi.
Reno menelan ludah, seluruh tubuhnya menegang. “Apa ini jebakan…?” bisiknya, keraguan merayap di benaknya.
Namun, telepon itu terus berdering, nyaring, menusuk telinga. Tidak ada siapa pun di sana, tidak ada langkah kaki mendekat—hanya telepon itu yang berdering, seolah menuntutnya untuk segera diangkat.