Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ditalak 3 Lewat Telepon

Ditalak 3 Lewat Telepon

Atira, seorang sarjana yang rela melepas gelarnya demi menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. setiap hari ia disibukkan dengan mengurus dua anak lelaki dan mertuanya, sedangkan suaminya mencari nafkah di negri orang. Namun apa jadinya bila pengorbanannya dibalas dengan kata talak tiga melalui sambungan telepon? Bahkan ia ditalak tanpa harta. Ikuti kisah Atira, sang istri yang terbuang dengan kata talak tiga lewat telepon untuk menjadi sukses dan membalas semua sakit hati terhadap suaminya. Happy reading!
1035.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Suara Desahan Suami Saat Aku Telepon

Suara Desahan Suami Saat Aku Telepon

Kenapa aku mendengar suara desahan suami saat di telefon? Apa yang sedang ia lakukan saat aku tinggal merawat anakku yang terkena hidrosefalus?
1085.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Layanan Telepon Panas untuk Dosen Impoten

Layanan Telepon Panas untuk Dosen Impoten

“Baguslah! Aku pasti akan memberikan apa pun yang kamu inginkan asal kamu selalu siap melayaniku, Bella.” Irene Isabella meneguk ludah kasar meski hanya mendengar suara berat dari klien kaya raya itu lewat telepon. Hubungan mutualisme yang sempat diakhiri Irene, terpaksa harus dilakukan kembali karena dirinya tak sengaja merusak properti dosen baru di tempatnya. Parahnya, dosen itu meminta Irene untuk segera membayar utangnya dalam waktu satu minggu! Lantas, bagaimana nasib Irene? Apakah dia akan terjebak selamanya dalam pekerjaan “layanan telepon panas” dan melayani klien eksklusif yang hanya mampu bergairah karena suaranya? Atau, dia punya cara lain untuk mengumpulkan uang cepat? Masalahnya ... bagaimana jika Irene tahu bahwa klien itu ternyata berada di dekatnya?
1088.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Telepon Gadis Misterius Sebelum Siaran Usai

Telepon Gadis Misterius Sebelum Siaran Usai

Aku sudah menjadi penyiar radio larut malam selama sepuluh tahun. Telepon terakhir sebelum program itu dihentikan adalah dengan seorang mahasiswi. "Halo, Bu Eirene, aku merasa sangat tersiksa. Aku jatuh cinta pada dosen universitasku sendiri. Meskipun dia sudah nikah, dia memperlakukanku dengan sangat spesial." "Waktu aku sakit, dia masak untukku. Waktu aku sedih, dia temani aku ngobrol sampai larut malam, ngajak aku jalan-jalan untuk tenangin pikiran ...." Setelah mendengarkannya dengan sabar, aku perlahan membuka mulut untuk menenangkan, "Memiliki perasaan kagum pada lawan jenis yang luar biasa itu sangat normal, tapi yang paling penting sekarang adalah menyelesaikan kuliahmu." "Sebenarnya, waktu SMA aku juga pernah diam-diam menyukai guru magang. Sampai akhirnya bertemu suamiku, barulah aku tahu seperti apa cinta yang dewasa itu. Semoga di masa depan kamu juga bisa bertemu orang yang benar-benar tepat untukmu." Gadis itu tertawa pelan dengan nada yang sulit dimengerti. "Aku iri sekali padamu, istri dosenku."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
14.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Satu Dekade Gairah Terlarang

Satu Dekade Gairah Terlarang

"Jangan jilat di sana, Pak ... suami saya telepon ...." Aku mengangkat telepon itu dengan perasaan malu dan serba salah. Tidak ingin biarkan suami di seberang telepon tahu bahwa di antara kaki istri tercintanya, saat ini tengah menjepit kepala pria lain ....
43.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Hujan deras datang tanpa henti, banjir mulai menggenangi parkiran bawah tanah, dan aku segera menghubungi pacarku. "Tolong aku … Wibi, aku terjebak di parkiran! Pintu darurat terkunci!” Suara Wibi di telepon terdengar kesal, "Yuni, cukup sudah! Kucing Maya naik ke pohon dan nggak bisa turun. Kami sedang sibuk sekarang!" Dia menutup telepon tanpa peduli permohonanku, membawa tim penyelamat terdekat untuk menyelamatkan seekor kucing, dan meninggalkanku tanpa jalan keluar.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

"Ma, tolong aku! Ayah mengunciku di dalam mobil." Aku menerima telepon dari putriku pada pukul 2 siang di musim panas saat matahari sangat terik. Aku panik ingin menyelamatkannya dan buru-buru menelepon suamiku. Tapi, begitu telepon diangkat, suaranya terdengar tidak sabar. "Anak Olivia sedang ngambek, aku mau menemaninya berkeliling taman hiburan. Jangan ganggu aku!" Mendengar suara panggilan diputus, hanya satu yang ada dalam benakku. Kalau terjadi apa-apa pada putriku, kalian harus membayarnya!
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di tahun ketiga pernikahan Marissa Pranaya dan Arka Kivandra, ada sebuah kabar baik. Akhirnya, Marissa bisa meninggalkan laki-laki itu. "Satu bulan lagi kakakmu akan pulang. Selama sebulan ini, teruslah berpura-pura menjadi dirinya dengan baik." Di ujung telepon, suara Bu Elvira Pranaya terdengar dingin seperti biasanya. "Setelah semua ini berakhir, aku akan kasih kamu 60 miliar, agar kamu bisa menjalani hidup yang kamu mau." "Aku mengerti," jawab Marissa pelan, suaranya tenang bagaikan air yang tiada bergelombang. Setelah menutup telepon, Marissa menengadah, menatap foto pernikahan berukuran raksasa yang terpajang di dinding.
11.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Putraku menderita diseksi aorta, keadaan di mana terjadi robekan pada arteri utama tubuhnya. Dia perlu dioperasi sesegera mungkin. Suamiku adalah seorang spesialis jantung. Namun, aku tidak meneleponnya, melainkan langsung melaju ke rumah sakit. Di kehidupan sebelumnya, setelah aku berulang kali memohon, suamiku akhirnya pulang bersama ambulans dan membawa putra kami ke rumah sakit. Dia juga mengaturkan kamar terbaik untuk putra kami. Berhubung suamiku lupa membawa ponselnya, dia tidak menerima telepon dari teman semasa kecilnya yang penyakit jantungnya kambuh. Akhirnya, temannya itu pun meninggal dalam ambulans. Suamiku menghilang selama tiga bulan. Setelah dia kembali, semuanya kembali seperti semula. Bahkan di hari ulang tahun putra kami, dia yang berinisiatif memasak. Ternyata, dia menaruh racun dalam masakannya. “Kamu yang paksa aku pulang untuk jemput Levi. Kalau aku menerima telepon Sophia hari itu, dia nggak akan mati. Kalian sekeluarga adalah pembunuh! Kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian!” Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari putraku tiba-tiba terkena serangan jantung. Kali ini, suamiku menerima telepon dari Sophia. Namun, kenapa dia malah akhirnya berlutut dan meminta maaf padaku?
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai telepon kabel
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
13
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status