Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Baraka berkerut dahi sambil memendam rasa dongkol, ia berbisik kepada Telaga Sunyi yang ada di sampingnya. "Kenapa dia tak percaya?" "Karena dia orang dungu!" jawab Telaga Sunyi. Sulang Dongo berseru, "Bocah ingusan, kau pikir mataku buta dan telingaku tuli? Kau pikir aku bayi yang baru lahir sehingga mudah kau kelabui?"
1031.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
I Love You, Gadis Tengil!

I Love You, Gadis Tengil!

Mengetuk-ngetuk dagunya menggunakan jari telunjuk. "Aku milik Hanan, sah dimata Negara dan Agama," jawab Naufal santai. Yeza terperangah, tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari bibir Naufal. Harga dirinya turun, ia kira dengan menutup rasa malu menghampiri Naufal, nyatanya tak ada pembelaan sama sekali untuknya. "A-apa katamu, Naufal? Kamu bercanda kan? katakan kalau tadi hanya sebuah prank!" teriak Yeza histeris.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Digerebek Saat Lagi Mendesah

Digerebek Saat Lagi Mendesah

sungut Pak Luyo dengan nada suara murka dan geram. "Iya, Pak, Ayok!" Duh ... sambil menunggu mereka otw gerebek, Mak Glow mau makan dulu, ya! Capek Bestie jadi juru ketik. 🤣 *****************************
1042.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

tanya Gilang dengan suara normal tapi berlogat sunda yang aneh. Raka memiringkan kepalanya. "Gilang? Brother?! Brother aink! Akhirnya dikau teh kembali!" Pemuda itu bergegas bangun dari posisi tidurnya lalu menghambur memeluk Gilang. "Kangen atuh, Lang! Malah kadang aink suka mimpiin maneh!" "Hiiyy!!" Gilang mendorong lagi tubuh Raka menjauh darinya. "Bisa sial aku dimimpiin sama kamu."
1047.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Saka tersenyum, dan memeluk erat sahabatnya itu. "Wah, wajah baru membuatku tidak sadar jika itu kau, Dika!" "Ha ha ha, aku membuatmu terkejut ya!" jawab Dika. Suara Dika tidak berubah, sama seperti dulu, begitu pula bentuk tubuhnya yang persis seperti dulu, hanya saja terlihat bekas jahitan di bagian lengan kanannya. "Nak, mari gabung, silakan duduk, Pak gendong dulu Arka ya, Ibu mau membuatkan minuman!" pinta Dewi.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

“Ahk-“ wajah Duguk Ireng lebih buruk lagi, matanya mendelik, lubang hidungnya membesar, ringisan bibirnya menjadi lebar, tapi tampaknya dia lebih memutuskan untuk menahan rasa sakit ‘di situ’ daripada dimakan oleh siluman kepiting. Menunggu beberapa saat, akhirnya para kepitingi itu kembali ke laut. Barulah Talang Mayan melepaskan cengkramannya. “Ter ima ...kasih ... Senior,” ucap Duguk Ireng dengan suara terbata-bata. Dia langsung turun dari pohon, kemudian memeriksa ‘terongnya’ di dalam semak sebelum kemudian benar-benar membuang air kencingnya. “Dia benar-benar tidak berperasaan, apa dia ingin menghancurkan masa depanku?” “Ahkk!” terdengar lagi suara teriakan dari dalam belukar.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status