Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dosen Dudaku

Dosen Dudaku

Drrt Drrt Ponselku bergetar. Bukan ada penelepon, melainkan tanda pesan masuk. Ada sebuah pesan dari anakku Amira, yang menanyakan kenapa ponselku tidak bisa dihubungi. Dengan gerakan reflex, aku kembali menelepon nomor putriku itu. [“Halo, assalamualaykum.”] [“Wa,alaykumussalam. Ada apa, Sayang?”]
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

tandas Legawa. “Baik. Guru!”
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Sedangkan Mas Adry, menghilang entah kemana. "Ayo, Dev, airnya hangat lho. Berasa mandi di hotel," ajak ibu yang tengah menikmati hangatnya air panas desa Tanuhi. "Gak, Bu. Devi takut, kan Devi gak bisa berenang." "Pasti karena gak ada Kak Adry. Gak bisa berenang, tapi berani naik lanting," sindir Dara. Gadis berambut sebahu itu lalu terkekeh.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
21 Days in Sukabumi

21 Days in Sukabumi

----0o---- TBC 💚 Note: Teh/Teteh = Kak/Kakak
9.810.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Dingin. “Kamu lagian, kenapa nggak kasih tau kalo tehnya masih panas.” “Memang kamu nanya?” “Astaghfirullah!” Ia membuang napas dengan keras. “Memang uap panasnya gak kerasa?!” “Nggak!” pekiknya kesal. Duh, nyebelin banget, sih. Kalau aku tau itu panas juga, lidah nggak bakal sampe kebakar gini kali.
9.714.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

kilah Naura seraya tertawa. “Ihh Tan-Tan pikun ya. Waktu ulang tahun kami berdua.” “Loh itu bukan Tante tapi si badut.” “Ya tapi kan si badut itu Tan-Tan.” “Ahh masa sih?” “TAN-TAN!” semuanya memekik. “JOGET!” “Aduh kalian ini ya.”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Suamiku Dingin!

Suamiku Dingin!

Dag dig dug dag dig dug. "Lalu apa itu augesia?" tanya Keyla sembari memegang dada Stevan yang ada di atas tubuhnya. Lengannya menopang tubuhnya sendiri agar tidak jatuh menimpa Keyla dan itu terlihat sangat seksi. Otot-ototnya yang terpahat sempurna, memang tak terbantahkan. Pantas saja Anna seperti tersihir ketika bersama Stevan. "Aku kehilangan indra perasa."
1054.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Belum juga kami meneruskan obrolan, suara dering ponselku benar-benar berhasil menginterupsi. "Halo, Bang?" Aku menempelkan benda berlogo apel tergigit itu ke telinga sebelah kanan. "Cepetan keluar! Gue udah di depan." Suara Bang Bima benar-benar membuatku harus menjauhkan ponsel dari telinga. "Iya bentar, otw." Aku berucap sembari memasukan beberapa barang ke dalam tas.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

"Enggak boleh! Gilang mending buang telur ini dari pada dimakan sama Tante." "Astaga." Lia menggelengkan kepala, entah dari mana Gilang mempelajari kata-kata menyakitkan barusan. "Enggak sopan ya kamu, enggak boleh tahu berkata kayak gitu!" "Kenapa? Tante enggak suka? Kalau Tante enggak suka sama Gilang, jangan nikahin Papa!" "Enggak, Tante bukan enggak suka. Tapi kata-kata kamu barusan itu jahat banget."
692 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai telinga dug dug
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status