PENGUASA ELEMEN MUTLAK
Tempat itu angker dan orang-orang kota takut mendekatinya, menganggapnya dikutuk.
Bagi Kaelen, tempat ini adalah satu-satunya tempat di mana dia merasa tenang. Di sini, di antara sisa-sisa kejayaan masa lalu, dia merasa seolah-olah masih bersama ayah dan ibunya. Dia duduk di atas sebuah balok batu besar yang retak, menatap langit yang mulai memerah karena matahari terbenam. Angin sore bertiup pelan, menerbangkan rambutnya yang berantakan.